MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian Seorang Lansia Terseret Arus Sungai Bilareng Gowa

Seorang perempuan lanjut usia (lansia) hilang terseret arus saat hendak kesawah di Sungai Bilareng, Dusun Lemoa, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (04/03/26).

 

MAKASSAR, MATANUSANTARA – Seorang perempuan lanjut usia (lansia) hilang terseret arus saat hendak kesawah di Sungai Bilareng, Dusun Lemoa, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (04/03/26).

Korban diketahui bernama Dg Patiha (70), seorang perempuan yang merupakan warga Dusun Lemoa, Kabupaten Gowa. Berdasarkan laporan yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar dari Sekretaris Camat Bontolempangan, Al Ashar, kejadian bermula pada Selasa (04/03) sekitar pukul 07.00 WITA saat korban berangkat menuju sawah. Namun hingga siang hari sekitar pukul 15.00 WITA, korban belum kembali ke rumah.

Ayah Korban Penembakan Makassar Serukan Publik Tenang Hormati Proses Hukum

Pihak keluarga kemudian menyusul ke lokasi sawah, namun korban tidak ditemukan. Saat dilakukan pencarian awal oleh warga, ditemukan barang milik korban di pinggir Sungai Bilareng. Pada saat kejadian, kondisi sungai sedang mengalami peningkatan debit air akibat hujan, sehingga korban diduga terseret arus sungai.

Kondisi dilapangan dari lokasi penyisiran basarnas. Cuaca kurang mendukung untuk melakukan proses pencarian arus air yang cukup deras menyulitkan tim melakukan penyisiran. Untuk keselamatan tim proses pencarian dilanjutkan besok.

Ayah Korban Penembakan Makassar Serukan Publik Tenang Hormati Proses Hukum

Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian pada hari kedua, Jumat (06/03/2026), terhadap seorang warga lanjut usia yang diduga terseret arus Sungai Bilareng, Dusun Lemoa, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, menjelaskan bahwa tim SAR gabungan terus mengoptimalkan upaya pencarian dengan membagi area pencarian menjadi beberapa sektor sejauh sekitar 2,5 kilometer ke arah hilir.

Puasa Ke-17, Eks DPR dan Anggota DPRD Luwu Resmi Sahur di Lapas Usai Korupsi Dana P3-TGAI 

“Pada hari kedua operasi, Tim SAR Gabungan melanjutkan pencarian dengan membagi beberapa Search and Rescue Unit (SRU) untuk memperluas area pencarian. SRU 1 melakukan penyelaman di beberapa titik sungai, SRU 2 menyisir tepi kiri dan kanan sungai dengan berjalan kaki, SRU 3 menelusuri sungai menggunakan perahu rafting, dan SRU 4 mengoperasikan drone untuk pemantauan udara,” ujar Arif.

Upaya pencarian sempat terhenti dikarenakan kendala faktor cuaca yang sedikit menyulitkan tim sar gabungan.

Kakanwil Ditjenpas Rudy F Sianturi Serahkan Bansos buat Keluarga WBP Rutan Pangkep

“Pencarian sempat di hentikan, karena faktor cuaca yaitu hujan yang cukup deras, sehingga tim penyelam tidak mendapatkan visibilitas yang cukup untuk mencari korban di bawah air,” tegas Arif.

Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur di antaranya Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar, BPBD Gowa, MRB, FPL Lompobattang, Koramil, Polsek Bongaya, SAR Unhas, SAR UNM serta masyarakat setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup