Ratusan Nelayan Pemalang Terpaksa Menganggur Dampak Cuaca Ekstrim
PEMALANG, MATANUSANTARA – Dampak cuaca ekstrim berupa angin kencang dan gelombang tinggi yang melanda perairan Laut Utara Jawa, dalam beberapa bulan, mengakibatkan ratusan nelayan di Pelabuhan Tanjungsari, Pemalang Jawa Tengah, tepaksa menganggur.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas perikanan di pelabuhan setempat dan terganggunya uang dapur para istri Nelayan.
Terungkap! Lima Perusahaan Ikut Tender Masjid 99 Kubah Rp4,8 Miliar, Penawar Rp3,8 Miliar Gugur
“Sudah hampir 4 bulan suami saya menganggur tidak melaut karena dampak cuaca buruk,kami mengalami kesulitan pada uang belanja karena tidak ada pemasukan,saya sendiri tidak pernah dapat bantuan dari Pemerintah” kata Nur Hasanah,salah seorang istri dari Nelayan setempat saat di konfirmasi pada Rabu ( 11/3 ).
Banyak kapal enggan melaut, hanya bersandar di dermaga Akibat pasokan ikan ke tempat pelelangan.
Pantauan di langsung di Pelabuhan Tanjungsari Pemalang, Nampak ratusan kapal nelayan tampak tidak beroperasi dan memilih bersandar. Mayoritas nelayan menghentikan sementara aktivitas melaut karena kondisi cuaca yang dinilai tidak aman.
Selain berisiko terhadap keselamatan, cuaca ekstrem juga membuat hasil tangkapan dinilai tidak sebanding dengan biaya operasional yang harus dikeluarkan.
Latihan Pra Operasi Ketupat 2026, Polres Maros Tingkatkan Profesionalisme dan Kesiapan Personel
Hanya ada beberapa,Kapal nelayan yang mencoba peruntungan untuk berangkat melaut, Salah satunya adalah Zanu ( 35 ) , Dirinya mengaku sudah hampir 4 bulan tidak berangkat melaut.
“Hari ini kita coba persiapan untuk berangkat melaut, mudah – mudahan aman cuacanya dan lumayan hasil tangkapan ikannya,” tuturnya.
Jaksa Eksekusi Eks KPA DTPHBun Sulsel, Skandal Korupsi Bibit Nanas Rp50 Miliar
Cuaca buruk memaksa nelayan menghentikan aktivitas melaut, gelombang tinggi disertai angin kencang menjadi faktor utama yang menghambat nelayan untuk bekerja di tengah laut.
Terhentinya aktivitas melaut membuat sebagian besar nelayan terpaksa menganggur tanpa penghasilan tetap. Selama menunggu cuaca membaik, aktivitas yang bisa dilakukan terbatas pada perbaikan kapal dan alat tangkap.
Sementara itu, nelayan yang tetap mencoba melaut hanya beroperasi di sekitar bibir pantai dengan hasil tangkapan yang sangat minim.( Ragil).


Tinggalkan Balasan