Ukhuwah Islamiyah Sebagai Perekat Persatuan di Momentum Ramadhan 2026

Salah satu hikmah yang bisa dipetik dari bulan suci Ramadan adalah mengerjakan salat tarawih berjamaah. Ukhuwah islamiyah terjadi saat kita salat tarawih berjamaah. 

 

MEDAN, MATANUSANTARA – Salah satu hikmah yang bisa dipetik dari bulan suci Ramadan adalah mengerjakan salat tarawih berjamaah. Ukhuwah islamiyah terjadi saat kita salat tarawih berjamaah.

“Mestinya di luar salat berjamaah ukhuwah islamiyah juga terjadi. Jadi bulan suci Ramadan selama sebulan ini harus berbekas sebagai bekal menjalani 11 bulan lainnya baik itu ibadahnya, akhlaknya, ukhuwah islamiyah dan ukhuwah watoniyah juga harus lebih ditingkatkan,”demikian disampaikan KH Ustaz Khumaidi Al Jabali, SPdi saat mengisi Safari Ramadan 1447 Hijriah bertema “Ramadan Mempererat Ukhuwah Islamiyah, Memperkokoh Persatuan Bangsa,” di Masjid Taqwa, Polonia, Medan, Rabu (18/3).

Polsek Tamalate Datangi TKP Pengancaman dengan Parang di Jalan Manuruki 2

Lebih jauh, di penghujung bulan suci Ramadan, kata Ustaz Khumaidi, kita harus pandai-pandai mengambil hikmah Ramadan. Sebab, orang yang sukses dalam menjalani Ramadan, adalah orang yang bisa merubah diri.

“Karena Ramadan ini ibarat training. Orang yang sukses mengikuti Ramadan ini mestinya berubah minimal tambah ilmu, tambah iman, tambah ibadah dan akhlaknya,”sebutnya.

Polri untuk Masyarakat, Polres Maros Siapkan Personel Pengamanan di Pasar Tramo Jelang Lebaran

Kalau ternyata setelah Ramadan tidak ada bekasnya, bisa selama mengikuti Ramadan ini tidak sempurna. Beberapa hikmah yang bisa dipetik dari Ramadan diantaranya, puasa, salat tarawih berjamaah dan zakat fitrah. Dengan berpuasa, kata Ustaz Khumaidi, kita akan mengetahui bagaimana di luar sana orang yang mengalami kelaparan.

Kalau kita sudah tahu bagaimana rasanya orang yang kelaparan diharapkan akan menumbuhkan sikap empati dan kepedulian pada orang yang membutuhkan dan kelaparan.

Komandan Garda Kamtibmas Apresiasi BNNK Deli Serdang Razia Sejumlah Cafe

“Hikmah lainnya dari berpuasa ialah melatih kejujuran dan kesabaran. Mestinya setelah bulan Ramadan berlalu dan kita tidak berpuasa lagi kejujuran dan kesabaran ini tetap terbawa,”ungkapnya.

Sementara Ketua BKM Masjid Taqwa Polonia, Medan, Munawar menambahkan, Safari Ramadan yang mengangkat tema ukhuwah islamiyah sangat releven dengan kondisi bangsa yang multikultural dan heterogen menjadi pengingat bagi kita semua.

Kita butuh perekat yang menyatukan keragaman umat di Indonesia salah satu tindak konkritnya Safari Ramadan kita pada malam ini.

Terciduk! Kapolsek Tamalate Mengaji di Meja Kerja, Responnya Bikin Kagum

Sekadar informasi, rangkaian Safari Ramadan 1447 Hijirah ini sebelumnya juga sudah terlaksana dengan baik di

Masjid Fail Khoir, Kampung Lalang, Jalan Gunung Krakatau 1, Kelurahan Rantau Laban, Kecamatan Rambutan Kota Tebing Tinggi. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *