MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Kapolda Turun Langsung, 8.000 Wisatawan Maros Dipastikan Aman

Kapolda Sulsel Irjen Pol. Djuhandani Rahardjo Puro bersama Forkopimda Maros saat melakukan peninjauan pengamanan dan fasilitas keselamatan di Grand Waterboom Maros, Selasa (24/3/2026).

MAROS, MATANUSANTARA– Pengamanan libur panjang pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di Sulawesi Selatan memasuki fase krusial. Kapolda Sulsel Irjen Pol. Djuhandani Rahardjo Puro turun langsung ke Kabupaten Maros untuk memastikan stabilitas keamanan di titik keramaian, Selasa (24/3/2026).

Langkah ini tidak sekadar kunjungan simbolik. Dari kawasan wisata Grand Waterboom Maros, Kapolda bersama jajaran mengikuti zoom meeting bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, sebagai bagian dari monitoring nasional situasi kamtibmas pasca Lebaran.

Lokasi dipilih bukan tanpa alasan. Grand Waterboom menjadi salah satu magnet wisata dengan lonjakan pengunjung signifikan selama libur Lebaran, menjadikannya titik strategis dalam pengawasan keamanan.

Turut mendampingi, Wakapolda Sulsel Brigjen Pol. Nasri Sulaiman, pejabat Operasi Ketupat Polda Sulsel, serta jajaran Forkopimda Maros. Hadir pula Bupati Maros Chaidir Syam, Kapolres Maros AKBP Douglas Mahendrajaya, dan unsur TNI sebagai bagian dari kekuatan pengamanan terpadu.

Dalam arahannya, Kapolri menegaskan bahwa sinergitas TNI–Polri dan pemerintah daerah bukan lagi pilihan, melainkan keharusan dalam menjamin keselamatan masyarakat. Ia secara khusus mengingatkan potensi kerawanan di lokasi wisata dan jalur padat kendaraan.

Penekanan diberikan pada kesiapsiagaan personel di lapangan, terutama dalam mengantisipasi kemacetan, kepadatan pengunjung, serta potensi gangguan keamanan yang bisa muncul sewaktu-waktu.

Kapolres Maros AKBP Douglas Mahendrajaya menegaskan, kehadiran pimpinan di lokasi merupakan bentuk pengawasan langsung terhadap kesiapan pengamanan.

“Kami ingin memastikan masyarakat yang berlibur merasa aman dan terlindungi. Kehadiran personel di lapangan bukan hanya menjaga, tetapi juga memberikan respon cepat terhadap setiap potensi gangguan,” tegasnya.

Dari sisi pengelola, koordinasi lintas instansi ini disambut positif. Manajemen Grand Waterboom mengaku telah menyiapkan langkah antisipatif, mulai dari pengaturan arus pengunjung hingga penyiagaan tim medis di area wisata.

Pantauan di lapangan menunjukkan lonjakan signifikan dengan jumlah pengunjung mencapai sekitar 8.000 orang. Meski demikian, situasi tetap terkendali. Personel gabungan tampak aktif melakukan pengawasan di pintu masuk hingga area kolam, sekaligus memberikan imbauan keselamatan kepada pengunjung.

Fokus utama diarahkan pada keluarga yang membawa anak-anak, mengingat tingginya risiko kecelakaan di area wahana air.

Kegiatan diakhiri dengan peninjauan langsung oleh Kapolda bersama Forkopimda ke sejumlah fasilitas wisata. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan standar keamanan dan keselamatan telah terpenuhi bagi ribuan wisatawan yang datang dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan. (RAM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini