Pagi Mencekam Dilingkup BPN Makassar, Petugas Temukan Granat di Tong Sampah
MAKASSAR, MATANUSANTARA — Pagi yang semula berjalan normal di lingkungan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Makassar berubah drastis menjadi situasi mencekam, setelah ditemukannya benda diduga bom berbentuk granat di dalam tong sampah, Rabu (1/4/2026).
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WITA di area depan masjid dalam kompleks kantor BPN, Kecamatan Rappocini sebuah titik yang memiliki intensitas lalu lintas pegawai dan masyarakat cukup tinggi.
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, benda mencurigakan itu pertama kali ditemukan oleh seorang pria yang berprofesi sebagai petugas kebersihan yang tengah menjalankan aktivitas rutin. Temuan itu kemudian segera dilaporkan kepada petugas Office Boy (OB) untuk dilakukan pengecekan awal.
“Setelah benda itu ditemukan, petugas kebersihan menghubungi OB, kalau tidak salah namanya Daeng Bella,” ungkap sumber internal di lokasi, Rabu (01/04).
Setelah mendapat informasi, Daeng Bella bersama security BPN Makassar menuju lokasi, pada saat itu benda mencurigakan itu sempat dipindahkan, karena takut sehingga dikembalikan.
Langkah korektif baru dilakukan setelah pihak security menghubungi Tim Penjinak Bom (Jihandak) Brimob Polda Sulawesi Selatan untuk penanganan profesional.
Sekitar pukul 10.55 WITA, personel Polsek Rappocini tiba di lokasi dan langsung melakukan sterilisasi area dengan pemasangan garis polisi guna mengisolasi titik rawan dari aktivitas publik.
Penanganan taktis berlangsung saat tim Jibom Brimob yang dipimpin IPTU Syahrir tiba di tempat kejadian perkara pada pukul 11.40 WITA dan langsung melakukan identifikasi serta prosedur pengamanan sesuai standar bahan peledak.
Dalam rentang waktu kurang dari 20 menit, tepat pukul 11.55 WITA, benda tersebut berhasil diamankan untuk dilakukan disposal, memastikan potensi ancaman dapat dinetralisir.
Meski situasi telah dinyatakan kondusif, insiden ini menyisakan persoalan mendasar: bagaimana benda menyerupai granat dapat masuk dan berada di dalam area kantor pemerintahan tanpa terdeteksi sistem pengamanan internal.
Fakta tersebut tidak hanya menjadi alarm dini, tetapi juga menegaskan perlunya audit menyeluruh terhadap sistem keamanan objek vital pelayanan publik, termasuk pengawasan akses, kontrol lingkungan, serta kesiapsiagaan personel non-teknis.
Hingga kini, belum terdapat keterangan resmi terkait status aktif atau tidaknya granat tersebut, termasuk asal-usul dan kemungkinan keterkaitannya dengan unsur kesengajaan.
Aparat penegak hukum diharapkan tidak berhenti pada penanganan teknis, tetapi juga melakukan penelusuran komprehensif guna memastikan tidak adanya ancaman lanjutan.
Dalam konteks yang lebih luas, peristiwa ini berpotensi menjadi indikator kerentanan sistem keamanan lingkungan kantor pemerintahan apabila tidak segera dilakukan evaluasi dan pembenahan secara sistematis. (***)

Tinggalkan Balasan