Lonjakan Antrean BBM, Polsek Tamalate Terapkan Skema Patroli Preventif Berlapis di SPBU
MAKASSAR, MATANUSANTARA — Eskalasi antrean bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU dalam wilayah hukum Polsek Tamalate mendorong aparat kepolisian menerapkan pola pengamanan preventif berlapis, sebagai respons terhadap meningkatnya kerawanan di titik-titik distribusi energi tersebut, Sabtu (04/04/2026).
Fenomena penumpukan kendaraan tidak hanya berdampak pada kelancaran lalu lintas, tetapi juga membuka potensi gangguan kamtibmas, mulai dari friksi antar pengendara hingga peluang tindak kriminalitas konvensional. Dalam konteks ini, kehadiran aparat menjadi variabel kunci dalam menjaga stabilitas situasi.
Kapolsek Tamalate, Kompol H. Muh. Thamrin, S.E., M.M., menegaskan bahwa penguatan patroli difokuskan pada SPBU dengan intensitas antrean tinggi. Pendekatan yang digunakan bersifat taktis menggabungkan pemantauan statis dan patroli mobile untuk memastikan kontrol lapangan tetap optimal.
“Kami menyiagakan personel untuk melakukan pemantauan langsung di beberapa titik, di antaranya SPBU Barombong, SPBU Jalan Abd Kadir, SPBU Jalan Sultan Alauddin,” ujarnya kepada awak media, Sabtu (04/04).
Selain fungsi pengamanan, aparat juga menjalankan pendekatan persuasif melalui edukasi kepada masyarakat. Instrumen ini dinilai strategis untuk meredam potensi konflik horizontal yang kerap muncul akibat tekanan psikologis dalam antrean panjang.
“Edukasi terus kami berikan agar masyarakat tetap tertib. Kehadiran polisi di lapangan bertujuan untuk memberikan rasa aman serta mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan,” katanya.
Secara operasional, Polsek Tamalate memetakan sejumlah potensi kerawanan, antara lain pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, serta pencurian kendaraan bermotor. Pola pengawasan dilakukan secara periodik dan berbasis mobilitas, menyesuaikan dinamika kepadatan di masing-masing titik SPBU.
Langkah ini sekaligus menunjukkan pergeseran pendekatan pengamanan dari reaktif menjadi preventif-proaktif—dengan menempatkan deteksi dini dan kehadiran visible policing sebagai instrumen utama dalam pengendalian situasi.
Hingga saat ini, situasi di sejumlah SPBU dilaporkan tetap dalam kondisi aman dan terkendali. Kendati volume kendaraan meningkat signifikan, arus lalu lintas di sekitar lokasi masih dapat diurai secara efektif melalui intervensi petugas di lapangan.
“Situasi masih kondusif dan terkendali,” tutup Kompol H. Muh. Thamrin, S.E., M.M.

Tinggalkan Balasan