MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Polemik Aksi Amarah UMI 24 April 2026, Kapolrestabes Makassar Buka Suara Soal Oknum TNI

Kapolrestabes Makassar saat konferensi pers terkait klarifikasi insiden aksi mahasiswa UMI dan viralnya isu keterlibatan TNI.

MAKASSAR, MATANUSANTARA — Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, akhirnya angkat suara terkait polemik video viral yang menyeret nama Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam rangkaian aksi demonstrasi mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI), Minggu (26/04/2026).

Arya menegaskan, isu adanya oknum TNI yang diamankan dalam peristiwa tersebut tidak benar. “Dari hasil profiling dan pemeriksaan identitas, keduanya adalah pelajar. Tidak ada keterlibatan anggota TNI dalam kejadian ini,” tegasnya dihadapan awak media dikutip media ini.

Menurut kepolisian, insiden berawal dari aksi demonstrasi mahasiswa yang kemudian memicu ketegangan di lapangan, termasuk gesekan dengan pengemudi ojek online (ojol) akibat penutupan jalan yang berlangsung lama.

Situasi kemudian meluas hingga mahasiswa kembali masuk ke area kampus. Aparat mencatat sekitar 108 mahasiswa berada di lokasi saat peristiwa berlangsung.

“Seluruh mahasiswa kemudian masuk ke dalam kampus. Kami mendata sekitar 108 mahasiswa, dan di lokasi juga hadir wakil rektor yang turut memberikan pengarahan, termasuk saya,” ujarnya.

Untuk mencegah potensi bentrokan lanjutan, aparat kepolisian kemudian mengevakuasi mahasiswa ke Mapolrestabes Makassar menggunakan truk.

“Kami khawatir jika mereka keluar secara terpisah, bisa terjadi bentrokan kembali atau hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas Arya.

Setibanya di Mapolrestabes Makassar, para mahasiswa didata dan diberikan pengarahan sebelum dipulangkan keesokan paginya.

“Semua diperlakukan dengan baik, tidak ada intimidasi maupun tindakan fisik. Keesokan harinya, sekitar pukul 05.30 WITA, seluruh mahasiswa dipulangkan dalam keadaan sehat,” tambahnya.

Respons Soal Syuaib dan Isu TNI Raider 700

Saat ditanya mengenai pernyataan Syuaib yang mengaku diduga dipaksa mengakui sebagai anggota TNI Raider 700, Arya memilih tidak memberikan penjelasan detail.

Ia justru meminta agar klarifikasi dilakukan langsung kepada pihak yang disebut terkait.

“Silakan dikomunikasikan pada yang dimaksud,” tutupnya.

Sebelumnya, Komandan Batalyon Infanteri 700 Wira Yudha Sakti, Letkol Inf Iwan Sunarya, telah menegaskan bahwa pria dalam video viral tersebut bukan anggota TNI.

“Saya tegaskan bahwasanya personel tersebut bukan anggota kami,” ujarnya dikutip melalui video klarifikasi yang diterima redaksi, Sabtu (25/04]

Dalam kesempatan yang sama, Syuaib (22) memberikan klarifikasi bahwa dirinya adalah warga sipil yang berada di lokasi secara kebetulan.

“Pada saat itu saya mengunjungi Mall Nipah buat nonton konser… setelah itu saya lihat ada kerumunan di depan UMI,” ungkapnya.

Syuaib juga menyebut sempat diminta identitas oleh aparat di lokasi.

“Setelah saya kasih identitas, ternyata dia menolak untuk melihatnya serta memaksa saya untuk mengaku sebagai anggota TNI.” ujarnya

Pernyataan tersebut kini menjadi sorotan publik karena membuka dugaan adanya ketidaksesuaian prosedur dalam proses pemeriksaan di lapangan, meski hingga saat ini belum ada keterangan resmi tambahan dari pihak yang disebut. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini