MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Sidak Rutin Hunian WBP, Lapas Narkotika Sungguminasa Perkuat Deteksi Dini dan Kontrol Kamtib

Petugas Lapas Narkotika Sungguminasa melakukan sidak kamar hunian WBP secara menyeluruh.

GOWA, MATANUSANTARA — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Sungguminasa mengintensifkan strategi pengamanan melalui inspeksi mendadak (sidak) rutin kamar hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP), sebagai instrumen deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib), Selasa (05/05/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan secara berkala oleh Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Adm Kamtib) ini dirancang sebagai mekanisme kontrol preventif untuk menutup celah masuknya barang-barang terlarang sekaligus menjaga stabilitas internal lembaga.

Sidak dilakukan secara menyeluruh dengan menyasar seluruh kamar hunian WBP. Petugas memeriksa setiap elemen ruang, mulai dari barang pribadi hingga titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi penyembunyian barang terlarang. Pendekatan ini menegaskan bahwa pengawasan tidak bersifat parsial, melainkan sistematis dan terstruktur.

Kepala Seksi Adm Kamtib, Nur Ansyar, mengawal langsung jalannya kegiatan guna memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai standar operasional. Kehadiran unsur pengendali lapangan ini menjadi bagian dari penguatan akuntabilitas serta menjamin integritas pelaksanaan sidak.

Dalam kerangka pengamanan pemasyarakatan, sidak rutin diposisikan sebagai instrumen early warning system untuk mengidentifikasi potensi gangguan sejak fase awal, termasuk upaya pencegahan terhadap peredaran handphone ilegal, narkotika, maupun benda berbahaya lainnya di dalam lapas.

Sementara Kepala Lapas Narkotika Sungguminasa, Gunawan, menegaskan bahwa konsistensi pelaksanaan sidak merupakan kunci dalam menjaga stabilitas kamtib yang berkelanjutan.

“Kegiatan ini bukan hanya sekadar rutinitas, tetapi merupakan langkah konkret dalam menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lapas. Kami berkomitmen untuk terus memperkuat pengawasan serta memastikan tidak ada celah bagi masuknya barang-barang terlarang,” tegasnya.

Secara konseptual, penguatan deteksi dini melalui sidak berkala mencerminkan pendekatan preventif-progresif, di mana pengamanan tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga pada mitigasi risiko secara sistemik.

Langkah ini sekaligus memperlihatkan upaya institusional dalam menjaga keseimbangan antara fungsi pengamanan dan pembinaan. Lingkungan yang steril dari gangguan kamtib menjadi prasyarat utama bagi optimalisasi program pembinaan warga binaan.

Dengan demikian, Lapas Narkotika Sungguminasa menegaskan komitmennya dalam membangun sistem pengawasan yang adaptif, terukur, dan berkelanjutan, guna menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, serta kondusif bagi proses reintegrasi sosial. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini