MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Tragis! Banjir Lumpuhkan Bone, Lansia dan Bocah 5 Tahun Meregang Nyawa

Tim SAR gabungan mengevakuasi warga menggunakan perahu karet saat banjir merendam sejumlah kawasan permukiman di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

BONE, MATANUSANTARA — Banjir besar yang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Jumat (8/5/2026), berubah menjadi duka mendalam bagi warga. Di tengah kepanikan saat air bah merendam permukiman, seorang lansia dan bocah berusia lima tahun dilaporkan meninggal dunia.

Hujan deras yang mengguyur wilayah Bone sejak malam menyebabkan debit air meningkat drastis hingga merendam rumah warga dengan ketinggian mencapai 0,5 sampai 2 meter. Arus banjir yang datang cepat membuat banyak warga panik dan berusaha menyelamatkan diri menggunakan alat seadanya.

Sejumlah kawasan terdampak di antaranya Panyula, depan Polres Bone, Kelurahan Masumpu, Jalan Yos Sudarso, Lingkungan Lengkongnge, hingga Rompe. Beberapa akses jalan dilaporkan lumpuh akibat genangan air yang terus meningkat sejak dini hari.

Situasi darurat itu memaksa Tim Rescue Pos SAR Bone bergerak cepat setelah menerima laporan masyarakat sekitar pukul 05.40 WITA. Personel SAR diterjunkan bersama perlengkapan evakuasi untuk menyisir titik-titik permukiman yang terisolasi banjir.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Andi Sultan, mengatakan tim SAR gabungan langsung melakukan proses penyelamatan begitu tiba di lokasi.

“Setelah menerima laporan, Tim Rescue Pos SAR Bone segera diberangkatkan menuju lokasi kejadian dengan membawa peralatan evakuasi. Tim SAR Gabungan langsung melakukan proses penyelamatan dan evakuasi warga yang terdampak banjir di beberapa titik,” kata Andi Sultan.

Di tengah operasi penyelamatan tersebut, tim gabungan berhasil mengevakuasi sedikitnya 67 warga dalam kondisi selamat. Namun nahas, dua korban jiwa ditemukan dalam peristiwa tersebut.

Korban pertama diketahui bernama Naima, seorang perempuan lanjut usia yang ditemukan meninggal dunia di atas ranjang rumahnya saat banjir merendam kawasan permukiman.

Sementara korban kedua, Acca (5), meninggal dunia setelah tenggelam ketika proses evakuasi mandiri dilakukan keluarganya di tengah derasnya arus banjir.

“2 warga yang meninggal dunia atas nama Naima, perempuan lanjut usia ditemukan meninggal dunia di atas ranjangnya, penyebab kematiannya belum bisa kami pastikan, sementara Acca yang berusia 5 tahun tenggelam saat ayah korban sedang melakukan evakuasi mandiri, sempat dilakukan RJP (Resusitasi Jantung Paru) namun usaha tersebut tidak berhasil, sehingga anak tersebut meninggal dunia,” ujar Sultan.

Tragedi tersebut menambah daftar panjang bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah Sulawesi Selatan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi cuaca ekstrem yang masih terjadi membuat aparat gabungan terus disiagakan di lokasi terdampak.

Operasi SAR melibatkan Basarnas, BPBD, Damkar, Satpol PP, Polres Bone, Kodim, Brimob, PSC, hingga masyarakat setempat yang turut membantu proses penyelamatan warga.

Basarnas menegaskan seluruh unsur SAR gabungan masih melakukan pemantauan intensif guna mengantisipasi kemungkinan banjir susulan maupun kondisi darurat lain yang dapat mengancam keselamatan warga.

“Basarnas bersama seluruh unsur SAR gabungan akan terus melakukan pemantauan dan siaga di wilayah terdampak banjir guna mengantisipasi adanya kondisi darurat lanjutan serta memastikan keselamatan masyarakat,” tambah Sultan.

Hingga Jumat siang, hujan masih mengguyur wilayah Bone dengan suhu berkisar 19 hingga 30 derajat Celsius. Warga yang tinggal di bantaran sungai dan kawasan rendah diminta tetap waspada terhadap potensi luapan air susulan. (*Ramadhan*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini