Diduga Hendak Jadi Tersangka, Fajrin Kabur dari Polsek Tamalate, Polisi Bentuk Tim Khusus
MAKASSAR, MATANUSANTARA — Sebuah insiden menghebohkan terjadi di lingkungan Polsek Tamalate, Kota Makassar. Seorang pria bernama Fajrin, yang tengah diperiksa dalam perkara dugaan penadahan kendaraan hasil pencurian kendaraan bermotor (curanmor), dilaporkan berhasil kabur dengan cara melompat dari lantai dua gedung kantor polisi.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu malam (10/5/2026) sekitar pukul 19.30 WITA dan langsung memicu operasi pengejaran besar-besaran oleh aparat kepolisian.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, sebelum kabur, Fajrin masih berstatus sebagai terperiksa. Namun, penyidik diduga tengah mengarahkan proses perkara menuju penetapan tersangka setelah dilakukan pendalaman intensif terkait dugaan penadahan kendaraan yang disebut berkaitan dengan jaringan curanmor.
Di tengah proses pemeriksaan tersebut, situasi mendadak berubah ketika pengawasan terhadap Fajrin diduga melemah. Dalam momen itulah, pria tersebut diduga memanfaatkan kelengahan aparat untuk menjalankan aksi pelarian nekat.
Fajrin disebut melompat dari lantai dua gedung Polsek Tamalate sebelum akhirnya berhasil keluar dari area kantor polisi dan menghilang.
Sementara Kapolsek Tamalate, Kompol H. Muh. Thamrin, S.E., M.M., membenarkan insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa saat kejadian berlangsung, Fajrin memang masih dalam tahap pemeriksaan penyidik.
“Yang bersangkutan saat itu masih dalam tahap pemeriksaan oleh penyidik terkait dugaan penadahan kendaraan yang diduga hasil curanmor,” ujar Kompol Muh. Thamrin kepada awak media.
Pelarian dramatis itu kini tidak hanya menjadi fokus pengejaran, tetapi juga memunculkan sorotan terhadap sistem pengawasan internal saat proses pemeriksaan berlangsung di kantor kepolisian.
Sumber internal menyebutkan, sebelum kejadian, penyidik sempat beristirahat sejenak sehingga pengawasan terhadap terperiksa tidak berjalan maksimal. Celah itulah yang diduga dimanfaatkan Fajrin untuk meloloskan diri.
Di sisi lain, aparat kepolisian juga mulai mendalami dugaan adanya bantuan dari pihak luar dalam proses pelarian tersebut. Seorang perempuan yang disebut sebagai istri Fajrin turut menjadi perhatian penyidik karena diduga memiliki keterkaitan dengan upaya kabur tersebut.
Meski demikian, polisi menegaskan seluruh dugaan itu masih dalam tahap penyelidikan dan belum dapat disimpulkan sebelum proses pendalaman selesai dilakukan.
Pasca-insiden, aparat bergerak cepat membentuk tim gabungan untuk memburu Fajrin. Tim tersebut terdiri dari Resmob Polsek Tamalate, Jatanras Polrestabes Makassar, serta Resmob Polda Sulawesi Selatan.
Pengejaran kini dilakukan di sejumlah lokasi yang diduga menjadi titik persembunyian maupun jalur pelarian Fajrin. Aparat juga disebut terus mengumpulkan informasi dari jaringan dan lingkungan terdekat terperiksa.
Lanjut Kapolsek Tamalate, Ia memastikan pihaknya tetap berkomitmen melanjutkan proses hukum dan memburu Fajrin hingga berhasil diamankan kembali.
“Kami terus melakukan upaya pencarian dan pendalaman terkait peristiwa tersebut,” tegasnya.
Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi liar yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Penanganan perkara disebut tetap dilakukan sesuai prosedur hukum dan menjunjung asas praduga tak bersalah.
Hingga berita ini diterbitkan, Fajrin masih dalam pencarian dan belum diketahui keberadaannya. (***)

Tinggalkan Balasan