MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Polres Luwu Kawal Program Jaga Desa, Sinergi 21 Desa dan PT Masmindo Diperkuat

Kapolres Luwu AKBP Adnan Pandibu bersama unsur Forkopimda, Pemerintah Kabupaten Luwu dan PT Masmindo Dwi Area menghadiri peluncuran Program Jaga Desa di Rumah Jabatan Bupati Luwu. Program tersebut diharapkan memperkuat sinergi pembangunan, menjaga stabilitas sosial, dan mendorong kesejahteraan masyarakat di 21 desa.

LUWU, MATANUSANTARA — Komitmen memperkuat pembangunan desa berbasis partisipasi masyarakat kembali ditegaskan melalui penguatan Forum Desa (FORDES) MATAPPA dan peluncuran Program Jaga Desa yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Luwu, aparat penegak hukum, pemerintah desa, serta PT Masmindo Dwi Area (MDA).

Kegiatan yang berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Luwu, Jumat (5/6/2026), menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mewujudkan desa yang aman, berdaya, dan berkelanjutan di Kabupaten Luwu.

Acara tersebut dibuka langsung oleh Bupati Luwu, H. Patahudding, dan dihadiri Wakil Bupati Luwu Muhammad Dhevy Bijak Pawindu, Kapolres Luwu AKBP Adnan Pandibu, unsur Forkopimda, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), para camat, kepala desa yang tergabung dalam FORDES MATAPPA, tokoh masyarakat, hingga jajaran manajemen PT Masmindo Dwi Area.

Kehadiran berbagai pemangku kepentingan itu menunjukkan kuatnya komitmen bersama dalam membangun komunikasi yang sehat antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha guna mendukung percepatan pembangunan di wilayah pedesaan.

Rangkaian kegiatan diisi dengan pemaparan Program Jaga Desa, pandangan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), penandatanganan nota kesepahaman (MoU), hingga penyerahan simbolis alat komunikasi sebagai sarana pendukung koordinasi antarwilayah.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Luwu AKBP Adnan Pandibu menegaskan bahwa FORDES MATAPPA dan Program Jaga Desa memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sosial sekaligus menjadi ruang dialog yang mampu menampung aspirasi masyarakat secara konstruktif.

“Polres Luwu mendukung penuh penguatan FORDES MATAPPA dan Program Jaga Desa. Aspirasi masyarakat harus menjadi dasar dalam setiap program pembangunan sehingga dapat menjaga stabilitas, keselamatan, dan masa depan desa yang lebih baik. Sinergi yang terbangun hari ini merupakan modal penting untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” ujar AKBP Adnan Pandibu.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh tersedianya program dan anggaran, tetapi juga ditopang oleh kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif. Karena itu, keterlibatan seluruh elemen masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan di tingkat desa.

Sementara itu, Bupati Luwu H. Patahudding menegaskan bahwa Program Jaga Desa dirancang sebagai wadah kolaborasi untuk menyatukan persepsi dan memperkuat sinergi seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan desa.

“Program Jaga Desa menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat dukungan terhadap FORDES MATAPPA di 21 desa. Sinergi antara pemerintah daerah, Forkopimda, kelompok kerja, pemerintah desa, masyarakat, dan PT Masmindo Dwi Area harus terus dijaga agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat, menciptakan desa yang berdaya, serta menjaga masa depan generasi mendatang,” tegasnya.

Direktur Utama (Dirut) PT Masmindo Dwi Area, Trisakti Simorangkir, menyampaikan bahwa program-program yang dijalankan bersama FORDES MATAPPA disusun berdasarkan kebutuhan dan aspirasi masyarakat yang terdokumentasi secara resmi melalui mekanisme partisipatif.

Dukungan serupa juga disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Luwu Muhandas Ulimen yang menilai Program Jaga Desa dapat menjadi instrumen penting dalam mendorong tata kelola pembangunan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Melalui penguatan FORDES MATAPPA dan Program Jaga Desa, Pemerintah Kabupaten Luwu bersama Polres Luwu, Kejaksaan, pemerintah desa, dan pihak perusahaan berharap tercipta pola pembangunan yang lebih inklusif, mampu meminimalkan potensi konflik sosial, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat di kawasan pedesaan.

Program tersebut juga menjadi penegasan bahwa pembangunan yang berkelanjutan tidak hanya bertumpu pada investasi dan infrastruktur, tetapi harus dibangun melalui komunikasi, kepercayaan, dan kolaborasi yang kuat antara seluruh elemen masyarakat. (***)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini