MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Baru Pulang Cari Nafkah, Driver Maxim di Maros Tewas Disabet Senjata Tajam

Aparat kepolisian melakukan penyelidikan dan olah TKP usai ditemukannya seorang driver Maxim Bandara bernama Abd. Haris dalam kondisi meninggal dunia akibat luka senjata tajam di Desa Sudirman, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros.

MAROS, MATANUSANTARA — Suasana tenang di Jalan Irigasi Yonkes, Desa Sudirman, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, mendadak berubah mencekam. Seorang pria yang diketahui bekerja sebagai pengemudi (driver) Maxim Bandara ditemukan tewas bersimbah darah setelah diduga menjadi korban pembunuhan, Senin (8/6/2026) malam.

Korban bernama Abd. Haris (50) ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan luka terbuka pada bagian leher sebelah kanan serta luka di bagian pinggang yang diduga akibat sabetan senjata tajam.

Informasi yang diperoleh dari sumber resmi di lapangan menyebutkan, peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 19.45 WITA. Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban diketahui baru saja menyelesaikan aktivitas kerjanya sebagai driver Maxim Bandara dan dalam perjalanan pulang.

Sekitar pukul 20.00 WITA, warga menemukan korban tergeletak di lokasi kejadian dalam kondisi tidak bernyawa. Temuan tersebut sontak mengundang perhatian masyarakat sekitar yang berdatangan ke lokasi.

Belum diketahui secara pasti bagaimana detik-detik penyerangan itu terjadi. Hingga kini, tidak ada saksi yang mengaku melihat langsung pelaku saat melakukan aksinya. Kondisi tersebut membuat penyidik harus bekerja ekstra untuk menyusun rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban kehilangan nyawanya.

Tak lama setelah menerima laporan, personel Polsek Tanralili bersama unsur terkait langsung turun ke lokasi guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan area, serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.

Kematian Abd. Haris menyisakan tanda tanya besar. Selain terjadi pada malam hari di kawasan yang relatif sepi, pelaku juga diduga mengetahui aktivitas korban sebelum melancarkan aksinya.

Sejumlah informasi yang berkembang di lapangan mengarah pada dugaan bahwa korban kemungkinan telah diikuti sebelum tiba di lokasi kejadian. Namun demikian, dugaan tersebut masih menjadi bagian dari materi penyelidikan dan belum dapat dipastikan kebenarannya.

Penyidik juga tengah mendalami latar belakang kehidupan korban, hubungan sosial, aktivitas pekerjaan, hingga kemungkinan adanya persoalan pribadi yang dapat membantu mengungkap motif di balik pembunuhan tersebut.

Korban diketahui merupakan warga BTN Anugrah Residence Kariango Blok D2, Desa Sudirman, Kecamatan Tanralili. Menurut informasi yang diperoleh, korban baru beberapa minggu menempati rumah tersebut bersama istri dan dua orang anaknya.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke fasilitas kesehatan untuk menjalani pemeriksaan medis dan visum sebagai bagian dari proses penyidikan. Hasil pemeriksaan tersebut diharapkan dapat memberikan petunjuk tambahan terkait penyebab kematian serta pola serangan yang dilakukan pelaku.

Kasus ini menjadi perhatian warga karena terjadi di tengah lingkungan permukiman yang selama ini relatif aman. Masyarakat berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap pelaku dan motif di balik peristiwa berdarah tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif, termasuk menelusuri keterangan saksi, kemungkinan rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi, serta berbagai petunjuk lain yang dapat mengarah pada identitas pelaku.

Perkembangan kasus ini masih terus dipantau dan akan diperbarui seiring adanya informasi resmi dari pihak berwenang.

Tim Redaksi Matanusantara.co.id membuka ruang hak jawab, hak koreksi, dan hak klarifikasi kepada seluruh pihak sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini