MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Hari Bhayangkara ke-80, Polres Luwu Asah Insting Tempur dan Profesionalisme Personel Lewat Lomba Menembak Presisi

Kapolres Luwu AKBP Adnan Pandibu didampingi Wakapolres dan pejabat utama saat membuka kegiatan Lomba Menembak Presisi Tahun 2026 di Lapangan Tembak Endra Dharmalaksana Mapolres Luwu dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80.

LUWU, MATANUSANTARA — Polres Luwu terus memperkuat profesionalisme personel melalui peningkatan kemampuan teknis dan kesiapsiagaan di lapangan. Salah satunya diwujudkan melalui pelaksanaan Lomba Menembak Presisi Tahun 2026 dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80.

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Tembak Endra Dharmalaksana Mapolres Luwu, Selasa (23/06/2026), itu dibuka langsung Kapolres Luwu AKBP Adnan Pandibu, S.H., S.I.K., didampingi Wakapolres Luwu Kompol Misbahuddin, S.H., serta dihadiri para Pejabat Utama (PJU) Polres Luwu dan personel peserta dari berbagai satuan fungsi maupun Polsek jajaran.

Atmosfer kompetisi tampak berlangsung serius namun penuh semangat. Para peserta menunjukkan kemampuan terbaik mereka dengan tetap mengedepankan disiplin, ketelitian, serta standar keselamatan penggunaan senjata api.

Lomba tersebut mempertandingkan dua kategori utama, yakni Menembak Presisi dan Menembak Dueling.

Pada kategori Menembak Presisi, peserta diuji dalam aspek akurasi, pengendalian emosi, fokus, dan konsistensi tembakan terhadap sasaran. Sementara kategori Menembak Dueling menitikberatkan pada kecepatan reaksi, ketangkasan membaca situasi, kemampuan pengambilan keputusan cepat, hingga akurasi dalam tekanan simulatif.

Diwawancarai, Kapolres Luwu AKBP Adnan Pandibu menegaskan bahwa kemampuan penggunaan senjata api merupakan kompetensi dasar yang wajib dimiliki setiap personel Polri secara profesional, terukur, dan bertanggung jawab.

“Lomba menembak ini bukan sekadar ajang kompetisi dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan kemampuan personel. Seluruh personel yang memegang senjata api diwajibkan mengikuti kegiatan ini sebagai sarana untuk terus mengasah keterampilan, meningkatkan ketepatan menembak, serta membangun kepercayaan diri dalam penggunaan senjata api sesuai prosedur. Kemampuan tersebut sangat penting sebagai bekal dalam pelaksanaan tugas di lapangan, sehingga setiap personel mampu bertindak secara profesional, tepat, terukur, dan tetap mengedepankan aspek keselamatan serta akuntabilitas,” ujarnya dengan tegas.

Menurutnya, kemampuan menembak bukan hanya soal ketepatan menarik pelatuk, melainkan berkaitan erat dengan pengendalian diri, kedisiplinan, hingga kemampuan personel mengambil tindakan secara proporsional dalam situasi tertentu.

Selama kegiatan berlangsung, panitia menerapkan pengamanan ketat dengan pengawasan langsung instruktur serta petugas keamanan lapangan tembak guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini juga dijadikan sarana memperkuat kualitas sumber daya manusia Polri agar semakin adaptif, presisi, dan profesional dalam menghadapi tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks.

Melalui pembinaan kemampuan teknis secara berkelanjutan, Polres Luwu menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan kepolisian yang humanis, responsif, dan terpercaya demi menjaga stabilitas keamanan serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini