MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Hijaukan Harapan! Rutan Pangkep Sulap Lahan Pertanian Jadi Sarana Pembinaan Warga Binaan

Warga binaan Rutan Kelas IIB Pangkep bersama petugas melakukan perawatan tanaman hortikultura di lahan pertanian rutan sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian dan dukungan terhadap ketahanan pangan nasional.

PANGKEP, MATANUSANTARA — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pangkep terus mengoptimalkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui pemanfaatan lahan pertanian produktif di lingkungan rutan. Program ini menjadi salah satu upaya berkelanjutan dalam membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat saat kembali ke tengah masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, warga binaan dilibatkan secara langsung dalam proses budidaya tanaman hortikultura. Beragam jenis tanaman seperti cabai, kangkung, sawi, kacang panjang, hingga terong dibudidayakan dengan pendampingan petugas, mulai dari tahap pengolahan lahan, penanaman, perawatan, hingga panen.

Kepala Rutan (Karutan) Kelas IIB Pangkep, Rachmat Efendy, menegaskan bahwa program pertanian ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran yang mampu membangun karakter dan keterampilan warga binaan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun semangat kerja, tanggung jawab, dan kemandirian warga binaan. Kegiatan ini juga merupakan implementasi Program Asta Cita Presiden serta Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan,” ujar Rachmat Efendy, dikutip media ini, Senin (03/08/2026)

Selain menjadi media pembinaan, hasil panen yang diperoleh turut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan di dapur Rutan Pangkep. Langkah ini memberikan manfaat ganda, yakni meningkatkan produktivitas warga binaan sekaligus mendukung efisiensi pemenuhan kebutuhan pangan sehari-hari.

Program pertanian tersebut menjadi bukti komitmen Rutan Pangkep dalam menghadirkan pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Diharapkan, keterampilan yang diperoleh warga binaan dapat menjadi bekal berharga untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri dan produktif setelah menyelesaikan masa pidana. (***)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini