Menuju Kursi Ketum PP IAI, Lilik Yusuf Kantongi Dukungan 24 PD
MEDAN, MATANUSANTARA — Peta dukungan menjelang pemilihan Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI) periode 2026–2030 mulai mengerucut. Sebanyak 24 Pengurus Daerah (PD) Ikatan Apoteker Indonesia dari berbagai provinsi di Indonesia secara terbuka mendeklarasikan dukungan kepada apt. Lilik Yusuf Indrajaya, SE, S.Si, MBA, FACP untuk memimpin organisasi profesi apoteker terbesar di Tanah Air.
Deklarasi dukungan tersebut berlangsung dalam forum konsolidasi para Ketua Pengurus Daerah yang digelar menjelang pembukaan Kongres IAI 2026 di Hotel Aryaduta Medan, Sumatera Utara, Senin (4/8/2026).
Pertemuan tersebut menjadi salah satu agenda strategis yang mencerminkan kuatnya arus dukungan daerah terhadap figur yang dinilai mampu membawa transformasi organisasi di tengah dinamika sektor kesehatan dan perkembangan dunia kefarmasian.
Dalam forum tersebut, para Ketua Pengurus Daerah yang hadir secara aklamasi menyepakati dukungan kepada Lilik Yusuf Indrajaya sebagai calon Ketua Umum PP IAI masa bakti 2026–2030. Kesepakatan itu kemudian dituangkan dalam pernyataan tertulis yang ditandatangani bersama sebagai bentuk komitmen politik organisasi menjelang proses pemilihan di Kongres.
Dukungan dari 24 Pengurus Daerah dinilai menjadi modal politik yang signifikan dalam kontestasi kepemimpinan PP IAI. Selain menunjukkan tingkat kepercayaan yang tinggi dari daerah, deklarasi tersebut juga menggambarkan adanya harapan besar terhadap lahirnya kepemimpinan yang mampu memperkuat posisi organisasi profesi apoteker dalam menjawab berbagai tantangan nasional, mulai dari transformasi layanan kesehatan, ketahanan farmasi nasional, hingga peningkatan kompetensi dan kesejahteraan apoteker.
Para Ketua Pengurus Daerah menilai kepemimpinan IAI ke depan membutuhkan sosok yang tidak hanya memahami tata kelola organisasi, tetapi juga memiliki kapasitas membangun kolaborasi dengan pemerintah, dunia pendidikan, industri farmasi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Konsolidasi yang dilakukan menjelang Kongres IAI ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa daerah menginginkan organisasi yang lebih progresif, adaptif, dan memiliki daya saing global. Dengan jumlah anggota yang tersebar di seluruh Indonesia, IAI diharapkan mampu memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan sektor kesehatan nasional.
Selain menyatakan dukungan, para Ketua Pengurus Daerah juga berkomitmen mengawal pelaksanaan Kongres IAI 2026 agar berlangsung demokratis, transparan, dan menjunjung tinggi prinsip-prinsip organisasi. Mereka berharap kongres tidak hanya menghasilkan kepemimpinan baru, tetapi juga melahirkan gagasan dan kebijakan yang mampu menjawab tantangan profesi apoteker dalam lima tahun mendatang.
Kongres IAI 2026 di Medan dipandang sebagai momentum penting yang akan menentukan arah organisasi profesi apoteker Indonesia ke depan. Hasil kongres ini akan menjadi landasan dalam memperkuat eksistensi IAI, meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian, serta memperbesar kontribusi profesi apoteker terhadap sistem kesehatan nasional. (***)

Tinggalkan Balasan