MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Krisis Air Tiga Bulan, Puluhan Santri Penghafal Al-Qur’an di Gowa Bertahan dengan Menumpang Air Warga

Ilustrasi Puluhan santri Pondok Pesantren Tahfidz Gratis Al-HAFISKU di Dusun Moncongloe, Desa Paccellekang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, terpaksa berjalan kaki hingga satu kilometer untuk mendapatkan air bersih akibat sumur pondok longsor dan pasokan PAM yang terhenti selama hampir tiga bulan. (Dok/Spesial/Chatgpt/Matanusantara).

GOWA, MATANUSANTARA — Di saat sebagian besar anak seusia mereka menikmati fasilitas yang memadai untuk belajar dan beribadah, puluhan santri penghafal Al-Qur’an di Kabupaten Gowa justru harus menghadapi ujian yang jauh lebih mendasar: mendapatkan air bersih.

Selama hampir tiga bulan terakhir, Pondok Pesantren Tahfidz Gratis Al-Imam Hafs bin Sulaiman Al-Kufi (Al-HAFISKU) yang berlokasi di Dusun Moncongloe, Desa Paccellekang, Kecamatan Pattallassang, mengalami krisis air bersih yang serius. Sumur utama pondok dilaporkan longsor, sementara pasokan air dari jaringan PAM tidak lagi mengalir akibat dampak kemarau panjang.

Akibat kondisi tersebut, sekitar 50 santri yatim dan dhuafa yang menetap di pondok terpaksa berjalan kaki sejauh 500 meter hingga 1 kilometer hanya untuk mendapatkan air yang digunakan untuk berwudhu, mandi, mencuci pakaian, hingga memenuhi kebutuhan sanitasi sehari-hari.

Pemandangan santri yang memikul jerigen dan galon kosong kini menjadi rutinitas harian. Bahkan tidak jarang mereka harus mengetuk pintu rumah warga untuk meminta air ketika persediaan di pondok benar-benar habis.

Kondisi tersebut tidak hanya menguras tenaga, tetapi juga mengganggu aktivitas belajar dan menghafal Al-Qur’an yang menjadi tujuan utama para santri menuntut ilmu di pesantren tersebut.

Pimpinan dan Pendiri Al-HAFISKU, Ust. Supriyansa, S.Pd, mengaku prihatin melihat perjuangan para santri yang harus berjuang memenuhi kebutuhan dasar di tengah keterbatasan yang ada.

“Anak-anak ini datang dari berbagai latar belakang keluarga dengan satu tujuan mulia, yaitu menghafal Al-Qur’an. Namun saat ini mereka harus menghadapi kesulitan mendapatkan air untuk bersuci dan menjalankan aktivitas sehari-hari. Sebagai pengelola pondok, tentu kami sangat sedih melihat kondisi ini,” ujarnya, dikutip media ini, Selasa (11/08/2026).

Menurutnya, krisis air yang berkepanjangan berpotensi menghambat proses pendidikan apabila tidak segera mendapat solusi. Sebab, air merupakan kebutuhan pokok yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan santri, terutama dalam menjalankan ibadah dan menjaga kebersihan lingkungan pesantren.

“Yang kami butuhkan sebenarnya sangat sederhana, yaitu akses air bersih yang layak. Bantuan berupa sumur bor, tandon air, maupun suplai air tangki akan sangat membantu keberlangsungan aktivitas para santri,” katanya.

Di tengah keterbatasan tersebut, para santri tetap berusaha menjalankan rutinitas menghafal dan mempelajari Al-Qur’an. Mereka tetap mengikuti jadwal murojaah, setoran hafalan, serta kegiatan pendidikan lainnya meski harus berjuang mendapatkan air setiap hari.

Kondisi yang dialami Pondok Pesantren Al-HAFISKU menjadi potret nyata bahwa masih ada lembaga pendidikan keagamaan yang membutuhkan perhatian dan dukungan bersama, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar yang sangat vital.

Pihak pesantren berharap pemerintah, lembaga sosial, komunitas kemanusiaan, perusahaan melalui program tanggung jawab sosial (CSR), maupun para dermawan dapat turut membantu mengatasi krisis air yang sedang dialami.

Bantuan dapat disalurkan langsung ke Pondok Pesantren Tahfidz Gratis Al-HAFISKU yang beralamat di Dusun Moncongloe, Desa Paccellekang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi pihak pesantren melalui nomor 0822-4956-1212.

Di tengah kerasnya musim kemarau, para santri ini tidak meminta kemewahan. Mereka hanya berharap dapat memperoleh air bersih agar tetap bisa belajar, beribadah, dan melanjutkan perjuangan menghafal Kalamullah dengan tenang. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini