MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Puisi Taubat Sulaiman, Petugas Rutan Pangkep, Menggema di MTQ Korpri Nasional 2026

Sulaiman, petugas Rutan Kelas IIB Pangkep, saat membawakan puisi bertema taubat dalam Lomba Cipta dan Baca Puisi Islami MTQ VIII Korpri Tingkat Nasional 2026 di Aula Kantor DPRD Kabupaten Pangkep

PANGKEP, MATANUSANTARA — Pesan tentang taubat dan refleksi spiritual menggema dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) VIII Korpri Tingkat Nasional Tahun 2026. Petugas Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pangkep, Sulaiman, tampil membawa karya puisi Islami sekaligus mewakili Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Rabu (26/8/2026).

Sulaiman ambil bagian dalam Lomba Cipta dan Baca Puisi Islami yang berlangsung di Aula Kantor DPRD Kabupaten Pangkep. Cabang tersebut menjadi salah satu rangkaian MTQ VIII Korpri Tingkat Nasional 2026 yang pelaksanaannya tersebar di sejumlah lokasi di Sulawesi Selatan, termasuk Makassar dan Pangkep.

Bukan sekadar kemampuan membaca karya sastra, perlombaan ini menguji kreativitas dan kemampuan peserta mengolah pesan keagamaan menjadi karya yang memiliki kekuatan makna.

Setiap peserta terlebih dahulu mendapatkan tema melalui undian yang dilakukan panitia. Tema tersebut kemudian harus dikembangkan menjadi sebuah puisi sebelum dipresentasikan melalui pembacaan di hadapan dewan juri.

Tema tersebut kemudian diolah menjadi puisi bernuansa reflektif yang mengangkat pergulatan batin, kesadaran diri, serta dorongan untuk kembali kepada nilai-nilai spiritual.

Saat membacakan karyanya, Sulaiman tampil dengan penghayatan yang kuat. Intonasi, ekspresi dan penekanan pada setiap bagian puisi menjadi medium untuk menyampaikan pesan taubat secara lebih mendalam kepada para juri dan peserta yang hadir.

Penampilan tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Rutan Kelas IIB Pangkep, Rachmat Efendy. Ia menilai keikutsertaan Sulaiman dalam kompetisi tingkat nasional merupakan kesempatan penting untuk mengembangkan potensi personal sekaligus membawa nama baik institusi.

“Kami tentu bangga atas keikutsertaan Sulaiman yang membawa nama Rutan Pangkep sekaligus mewakili Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam ajang nasional ini. Semoga kesempatan ini dapat menjadi pengalaman berharga dan memberikan motivasi untuk terus mengembangkan potensi yang dimiliki,” ujarnya.

Menurut Rachmat, keterlibatan petugas dalam kegiatan seperti MTQ Korpri tidak hanya berkaitan dengan kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan kapasitas aparatur melalui ruang kreativitas, seni, dan pembentukan karakter.

Ia berharap pengalaman yang diperoleh Sulaiman dapat menjadi motivasi bagi petugas lainnya untuk berani mengeksplorasi serta mengembangkan potensi yang dimiliki.

Keikutsertaan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa lingkungan pemasyarakatan tidak hanya identik dengan tugas pembinaan dan pelayanan, tetapi juga memiliki sumber daya manusia dengan beragam potensi yang dapat dikembangkan dan dipertanggungjawabkan di ruang publik.

MTQ VIII Korpri Tingkat Nasional 2026 menjadi salah satu momentum bagi aparatur sipil negara dari berbagai kementerian dan lembaga untuk memperkuat nilai keagamaan, kreativitas, sekaligus silaturahmi lintas instansi.

Bagi Rutan Pangkep, kehadiran Sulaiman di panggung nasional menjadi representasi bahwa pengembangan potensi aparatur dapat berjalan beriringan dengan pelaksanaan tugas kedinasan.

Melalui karya dan penampilan tersebut, pesan taubat tidak hanya menjadi tema perlombaan, tetapi juga menjadi refleksi spiritual yang disampaikan melalui bahasa seni dalam sebuah ajang nasional. (***).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini