MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Bravo! Begini Cara Karutan Pinrang Sambut Kakanwil Ditjenpas Sulsel di Kunjungan Perdana

Karutan Pinrang menyambut Kakanwil Ditjenpas Sulsel Mulyadi dalam kunjungan perdana ke Rutan Kelas IIB Pinrang, Jumat 28 Agustus 2026

PINRANG, MATANUSANTARA — Ada yang berbeda di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pinrang, Jumat (28/8/2026). Kedatangan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) Sulawesi Selatan (Sulsel), Mulyadi, disambut dengan tarian Padduppa dalam kunjungan perdananya ke Rutan Pinrang.

Kunjungan tersebut menjadi momentum penting bagi jajaran Rutan Pinrang untuk menerima langsung penguatan dari pimpinan wilayah, sekaligus menunjukkan berbagai layanan dan program pembinaan yang berjalan di dalam Rutan.

Mulyadi datang didampingi Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, Mut Zaini, bersama rombongan.

Penyambutan dilakukan melalui tarian Padduppa yang dibawakan peserta magang Rutan Pinrang. Setelah seremoni, Mulyadi tidak langsung memberikan pengarahan. Ia terlebih dahulu turun meninjau sejumlah fasilitas dan aktivitas pelayanan di Rutan Pinrang.

Peninjauan dimulai dari Unit Layanan Terpadu (ULT), kemudian berlanjut ke area bimbingan kerja yang mencakup pertukangan kayu, peternakan ayam petelur dan ayam pedaging.

Mulyadi juga menyempatkan melihat proses pembelajaran di Ruang Kelas PKBM Pengayoman Lasinrang yang saat itu sedang berlangsung.

Rangkaian peninjauan dilanjutkan ke ruang kunjungan, ruang laktasi, klinik, blok hunian hingga dapur sehat.

Setelah melihat langsung kondisi lapangan, Mulyadi memberikan penguatan tugas dan fungsi pemasyarakatan kepada jajaran di Aula Serbaguna Rutan Pinrang.

Kakanwil: Aman Bukan Berarti Tanpa Risiko

Di hadapan jajaran, Mulyadi mengingatkan petugas agar tidak terlena dengan situasi keamanan yang selama ini berjalan kondusif.

“Aman bukan berarti tanpa risiko,” tegas Mulyadi.

Ia meminta setiap kejadian yang terjadi di UPT pemasyarakatan lainnya dijadikan bahan evaluasi dan pembelajaran bersama.

Menurut Mulyadi, petugas tidak boleh menganggap suatu kondisi sebagai sesuatu yang biasa hanya karena selama ini berjalan tanpa masalah.

Kondisi yang tidak pernah dievaluasi justru dapat menciptakan rasa aman semu. Potensi gangguan yang awalnya kecil bisa luput dari perhatian ketika sudah dianggap sebagai kebiasaan.

Karena itu, kewaspadaan harus menjadi bagian dari pelaksanaan tugas sehari-hari.

Kekerasan terhadap Warga Binaan Dilarang Keras

Tidak hanya soal keamanan, Mulyadi juga menegaskan batas tegas dalam perlakuan terhadap warga binaan.

Pemukulan, kekerasan maupun intimidasi dilarang keras.

Petugas diminta menjalankan kewenangan secara profesional, berpedoman pada aturan dan tetap menghormati hak warga binaan.

Kunjungan perdana Kakanwil Ditjenpas Sulsel ke Rutan Pinrang tersebut akhirnya tidak sekadar menjadi agenda seremonial.

Di balik penyambutan, peninjauan fasilitas dan pengarahan, terdapat pesan penting bagi jajaran: keamanan harus dibangun dengan kewaspadaan, sementara pembinaan harus berjalan tanpa kekerasan.

Rutan Pinrang pun didorong untuk terus menjaga soliditas jajaran, meningkatkan kualitas pelayanan dan memastikan seluruh pelaksanaan tugas berjalan sesuai ketentuan pemasyarakatan. (***).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini