MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Kesbangpol dan Polres Luwu Perkuat Deteksi Dini Hadapi Potensi Gejolak Sosial

Kepala Kesbangpol Luwu Hj. Enrika bersama Kapolres Luwu AKBP Andrias Nurcahyo Wibowo saat memperkuat koordinasi menghadapi dinamika sosial di Kabupaten Luwu.

LUWU, MATANUSANTARA — Potensi gejolak sosial menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Luwu dan Polres Luwu. Kesbangpol Luwu bersama kepolisian menyatukan persepsi untuk memperkuat deteksi dini terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat sebelum bereskalasi menjadi gangguan keamanan dan ketertiban.

Penguatan langkah preventif itu mengemuka saat Kepala Kesbangpol Luwu, Hj. Enrika, bersilaturahmi dengan Kapolres Luwu AKBP Andrias Nurcahyo Wibowo di Mapolres Luwu, Jumat (4/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas pentingnya komunikasi dan pertukaran informasi dalam membaca perkembangan situasi wilayah. Kesbangpol dinilai memiliki posisi strategis dalam memantau dinamika sosial, sementara kepolisian memiliki peran dalam menjaga stabilitas keamanan ketika persoalan mulai berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Hj. Enrika mengatakan, penyamaan persepsi lintas sektor diperlukan agar setiap persoalan yang muncul di masyarakat dapat ditangani secara tepat sebelum berkembang lebih luas.

“Misalnya menyangkut isu perkembangan yang terjadi di tengah masyarakat. Bagaimana kita menyatukan persepsi dengan jajaran Forkopimda sehingga masalah yang ada bisa mendapat solusi yang tepat dan tidak berkembang sehingga mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat,” ujar Enrika.

Menurut Enrika, langkah antisipasi tidak semestinya menunggu persoalan menjadi konflik terbuka. Karena itu, Kesbangpol Luwu bersama jajaran Forkopimda secara rutin melakukan pertemuan setiap bulan untuk mengidentifikasi berbagai isu sekaligus membahas akar persoalannya.

“Pertemuan bersama Forkopimda menjadi ajang untuk membahas akar masalah yang berkembang di tengah masyarakat dan mencarikan solusi sebelum persoalan tersebut semakin meluas,” jelasnya.

Selain pemantauan rutin, perhatian juga diarahkan pada momentum yang berpotensi meningkatkan mobilitas dan aktivitas masyarakat. Perayaan Idulfitri, Natal, Tahun Baru, aksi penyampaian pendapat, serta berbagai persoalan aktual menjadi bagian dari dinamika yang perlu diantisipasi bersama.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa koordinasi antarlembaga tidak hanya diarahkan pada penanganan setelah terjadi gangguan, tetapi juga pada upaya membangun sistem pencegahan melalui pertukaran informasi dan pemetaan persoalan sejak awal.

Sementara itu, Kapolres Luwu AKBP Andrias Nurcahyo Wibowo menyambut positif koordinasi tersebut. Ia menilai informasi mengenai perkembangan sosial di tingkat masyarakat sangat dibutuhkan kepolisian dalam menentukan langkah antisipasi.

“Atas nama jajaran Polres Luwu, saya mengucapkan terima kasih atas kunjungan Ibu Kaban Kesbangpol beserta jajaran. Saya bersyukur mendapat informasi terkait sinergitas yang selama ini dibangun Kesbangpol Luwu dengan Polres Luwu,” kata Andrias.

Perwira dua melati itu menilai Kesbangpol memiliki peran penting sebagai salah satu sumber informasi strategis dalam membaca kondisi sosial yang berkembang di wilayah Kabupaten Luwu.

“Peran Kesbangpol sangat membantu kerja-kerja kami di Polres Luwu dalam menyikapi kondisi yang berkembang di masyarakat,” ujarnya.

Menurut Andrias, stabilitas keamanan tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Dibutuhkan keterlibatan lintas sektor untuk mengenali potensi persoalan, membangun komunikasi dengan masyarakat, serta mencari penyelesaian sebelum masalah berkembang menjadi gangguan kamtibmas.

Karena itu, ia berharap komunikasi antara Kesbangpol dan Polres Luwu tidak berhenti pada pertemuan tersebut, tetapi terus diperkuat melalui koordinasi dan pertukaran informasi secara berkelanjutan.

“Sinergi yang dibangun Kesbangpol Luwu merupakan energi baru bagi saya dalam menghadapi tantangan tugas ke depan,” tandasnya.

Bagi Polres Luwu, penguatan sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas wilayah melalui pendekatan preventif. Setiap perkembangan yang berpotensi memicu keresahan diharapkan dapat dikenali lebih awal sehingga penyelesaian dapat ditempuh secara terukur dan tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

“Sekali lagi, terima kasih atas kedatangan Ibu Kaban dan jajaran di ruangan saya,” tutup Andrias.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini