MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Suara Letusan Terdengar, UKL Polres Luwu Bergerak Cegah Perang Kelompok di Walmas

Personel UKL Polres Luwu melakukan patroli dan pemantauan di wilayah Walmas sebagai langkah preventif mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas dan perang kelompok pemuda.

LUWU, MATANUSANTARA — Situasi keamanan di wilayah Walenrang Lamasi (Walmas), Kabupaten Luwu, menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Potensi perang kelompok pemuda yang dinilai dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) membuat Unit Kecil Lengkap (UKL) Polres Luwu terus memperkuat patroli dan pemantauan di sejumlah titik rawan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, personel UKL telah beberapa hari berada di wilayah Walmas untuk melakukan deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas. Strategi yang diterapkan bukan hanya mengandalkan tindakan kepolisian, tetapi juga pendekatan persuasif dengan membangun komunikasi langsung bersama masyarakat dan para pemuda.

Puncaknya, pada Senin (7/9/2026) malam hingga Selasa (8/9/2026) dini hari, UKL Tim II kembali bergerak melakukan patroli di Dusun Campursari dan Dusun Singasari, Desa Seba-Seba, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu.

Patroli dipimpin Padal IPTU Anwar Syamsuddin, S.H., didampingi Ka Tim II IPDA Yudi Asrul, S.H., bersama personel UKL Tim Seba-Seba. Kehadiran aparat difokuskan untuk mencegah potensi terjadinya perang kelompok pemuda yang dapat berkembang menjadi gangguan kamtibmas lebih serius.

Situasi sempat mendapat perhatian personel sekitar pukul 23.00 WITA. Saat berada di lokasi, petugas mendengar suara letusan dari arah belakang wilayah pemantauan.

Alih-alih mengambil tindakan yang berpotensi memperkeruh situasi, personel UKL langsung mengedepankan langkah preventif dengan memberikan imbauan secara humanis kepada para pemuda.

Mereka diminta tetap tenang, menahan diri dan tidak mudah terpancing provokasi yang dapat berujung pada bentrokan.

Tidak berhenti di situ, sekitar pukul 23.50 WITA, personel kembali menyisir wilayah Dusun Campursari dan Dusun Singasari. Petugas menyampaikan pesan-pesan kamtibmas sekaligus mengajak para pemuda menjaga keamanan lingkungan dan menghindari tindakan yang dapat menjadi pemicu konflik.

Langkah tersebut menunjukkan pola pengamanan yang lebih mengedepankan pencegahan sebelum gangguan terjadi, dengan menempatkan komunikasi sebagai instrumen utama dalam meredam potensi konflik di tengah masyarakat.

Kepada media, Kapolres Luwu AKBP Andrias Nurcahyo Wibowo menegaskan, keberadaan UKL di Walmas merupakan bagian dari strategi kepolisian untuk memastikan kehadiran aparat benar-benar dirasakan masyarakat.

“Tim UKL yang kami bentuk memang ditugaskan untuk hadir dan menjaga situasi kamtibmas di lapangan. Kehadiran mereka bukan hanya ketika terjadi gangguan, tetapi juga melakukan pencegahan dan membangun komunikasi dengan masyarakat agar potensi gangguan dapat kita cegah sejak awal,” ujar AKBP Andrias.

Menurut Kapolres, personel UKL tidak hanya dituntut mampu melakukan tindakan kepolisian ketika gangguan terjadi, tetapi juga harus mampu membaca situasi dan mengambil langkah pencegahan sejak munculnya tanda-tanda awal potensi konflik.

“Kami ingin polisi hadir sebagai bagian dari masyarakat. Setiap persoalan kita kedepankan komunikasi dan pendekatan humanis. Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya para pemuda, untuk tidak mudah terprovokasi dan bersama-sama menjaga Walmas tetap aman dan kondusif,” tambahnya.

Lebih jauh, AKBP Andrias memastikan pemantauan di wilayah Walmas akan terus dilakukan secara berkala. Polisi, kata dia, harus mampu hadir sebelum persoalan berkembang menjadi gangguan keamanan.

“Kami akan terus melakukan pemantauan dan pengamanan secara berkala. Prinsipnya, polisi harus hadir sebelum gangguan terjadi. Dengan sinergi antara kepolisian dan masyarakat, keamanan dan ketertiban dapat kita jaga bersama,” pungkasnya.

Hingga Selasa dini hari, personel UKL Polres Luwu masih menjadi bagian dari langkah preventif kepolisian dalam menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah Walmas. Patroli dan komunikasi dengan masyarakat akan terus dilakukan untuk memastikan potensi konflik tidak berkembang menjadi perang kelompok yang meresahkan warga. (***).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini