Breaking News!! 93 Personel Gabungan Gerebek Lapas Palopo, 10 Kamar Digeledah: 35 WBP Jalani Tes Urine
PALOPO, MATANUSANTARA — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palopo, Sulawesi Selatan, menggelar razia gabungan dan tes urine terhadap warga binaan pemasyarakatan (WBP), Senin (21/9/2026) malam. Sebanyak 93 personel gabungan dikerahkan untuk memeriksa 10 kamar hunian sebagai bagian dari deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 19.30 WITA tersebut melibatkan petugas Lapas, Polres Palopo, BKO Brimob, Kodim 1403 Palopo, serta Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Palopo.
Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pemeriksaan badan terhadap WBP satu per satu sebelum melanjutkan penggeledahan ke kamar hunian. Pemeriksaan menyasar 10 kamar yang tersebar di Blok A hingga Blok E.
Sebanyak 93 personel yang terlibat terdiri dari 53 personel Lapas Kelas IIA Palopo, 19 personel Polres Palopo, 5 personel BKO Brimob Peleton 1 Kompi 1 Batalyon D Pelopor Posko Mancani Kota Palopo, 5 personel Kodim 1403 Palopo, dan 11 personel BNNK Palopo.
Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang yang dilarang berada di kamar hunian. Barang tersebut antara lain 9 sendok besi, 6 alat cukur, 3 gelas kaca, 2 piring kaca, 2 botol besi, 1 kartu domino, 2 terminal listrik rakitan, tali celana, dan besi.
Namun, dalam razia tersebut petugas tidak menemukan handphone maupun narkoba. Seluruh barang temuan kemudian diamankan untuk diinventarisasi dan didata sebelum dimusnahkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, BNNK Palopo bersama pihak Lapas juga melakukan tes urine terhadap 35 WBP dari total 747 warga binaan.
Hasilnya, seluruh 35 WBP yang menjalani pemeriksaan urine dinyatakan negatif.
Kepada media, Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Palopo, Jose Quelo, mengatakan razia rutin dengan melibatkan lintas instansi merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban di dalam Lapas.
Pengawasan, kata dia, akan terus dilakukan secara berkala melalui penggeledahan kamar hunian, pemeriksaan sarana pengamanan, serta pemantauan aktivitas warga binaan.
Selain memeriksa kamar, petugas juga mengecek kondisi teralis, branggang, dan tembok keliling Lapas guna memastikan seluruh unsur pengamanan fisik dalam kondisi baik dan berfungsi sebagaimana mestinya.
Razia gabungan dan tes urine tersebut berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Kegiatan itu sekaligus menjadi bagian dari langkah Lapas Kelas IIA Palopo dalam mencegah masuknya barang terlarang, penyalahgunaan narkoba, serta potensi gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan. (***).

Tinggalkan Balasan