MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Operasi Antik Polrestabes Makassar di Tiga THM Diapresiasi GRANAT, Awhi Dorong Razia Rutin Bulanan

Ilustrasi GRANAT Makassar Apresiasi Petugas kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap pengunjung tempat hiburan malam dalam Operasi Antik 2026 sebagai bagian dari upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di Kota Makassar. (Dok/Spesial/Google).

MAKASSAR, MATANUSANTARA — Operasi Antik 2026 Polrestabes Makassar di tiga tempat hiburan malam (THM) kawasan Metro Tanjung Bunga mengungkap temuan pemeriksaan urine terhadap pengunjung. Dari 100 sampel yang diperiksa, satu orang diketahui positif metamfetamin.

Temuan tersebut mendapat perhatian Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Makassar. Organisasi antinarkotika itu menilai pemeriksaan di lokasi hiburan malam perlu dilakukan secara konsisten dan, bila diperlukan, dapat dijadikan agenda rutin bulanan untuk memperkuat fungsi pencegahan sekaligus pengawasan.

Kepada media, Wakil Ketua GRANAT Makassar, Muh. Syahban Munawir, S.H., M.H., yang akrab disapa Awhi, mengatakan langkah Polrestabes Makassar melalui Operasi Antik 2026 patut diapresiasi. Menurutnya, pemeriksaan urine dapat menjadi salah satu instrumen untuk memetakan potensi penyalahgunaan narkotika di tempat hiburan malam.

“Kami mengapresiasi langkah Polrestabes Makassar melalui Operasi Antik 2026. Apalagi, dari 100 sampel urine yang diperiksa, ditemukan satu pengunjung positif metamfetamin. Jika perlu, kegiatan seperti ini dijadikan giat rutin bulanan agar pengawasan terhadap penyalahgunaan narkotika di tempat hiburan malam semakin maksimal,” ujarnya saat dimintai tanggapan, Selasa (29/09/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, operasi berlangsung hingga Minggu dini hari dengan melibatkan personel Satresnarkoba, Propam, dan Satintelkam Polrestabes Makassar. Petugas menyasar tiga THM yang berada di kawasan Metro Tanjung Bunga.

Dalam operasi tersebut, sebanyak 100 pengunjung menjalani pemeriksaan urine. Empat orang laki-laki kemudian diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Tiga di antaranya menjalani tes urine di kantor karena persediaan alat pemeriksaan di lokasi operasi telah habis.

Hasil pemeriksaan selanjutnya menunjukkan satu orang dinyatakan positif mengandung metamfetamin. Dengan demikian, temuan positif dalam pemeriksaan tersebut tidak berarti seluruh empat orang yang diamankan dinyatakan positif narkotika.

Sementara itu, Kasat Resnarkoba Polrestabes Makassar, AKBP Luly Febyantara, membenarkan adanya temuan tersebut. Ia menyebut kegiatan itu merupakan bagian dari Operasi Antik 2026 yang dilaksanakan kepolisian dalam rangka pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.

Tak hanya melakukan pemeriksaan urine, petugas juga menemukan sejumlah botol berisi cairan yang belum diketahui secara pasti kandungannya. Barang tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan jenis maupun kandungan di dalamnya.

Temuan itu menjadi bagian yang dinilai penting untuk didalami, terutama apabila pemeriksaan lanjutan menemukan adanya kandungan yang berkaitan dengan narkotika atau zat terlarang lainnya. Kepastian tersebut tetap menunggu hasil pemeriksaan resmi dari pihak berwenang.

Menanggapi rangkaian temuan itu, Awhi meminta aparat tidak berhenti pada pemeriksaan terhadap pengguna. Ia mendorong adanya pendalaman mengenai sumber narkotika apabila hasil pemeriksaan dan alat bukti lainnya menunjukkan adanya dugaan tindak pidana.

“Temuan ini harus menjadi peringatan serius bagi pengelola THM, aparat, dan seluruh elemen masyarakat. Kami berharap pemeriksaan tidak berhenti pada hasil tes urine, tetapi ditindaklanjuti secara profesional sesuai ketentuan hukum, termasuk pendalaman asal-usul narkotika dan kemungkinan jaringan peredarannya,” tegasnya.

AKBP Luly Febyantara juga mengatakan Operasi Antik merupakan bagian dari upaya kepolisian menekan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Kegiatan serupa, kata dia, akan terus ditingkatkan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan Kota Makassar.

Untuk pengunjung yang berdasarkan pemeriksaan lebih lanjut diketahui menggunakan narkotika, polisi dapat mengajukan asesmen sesuai mekanisme yang berlaku. Hasil asesmen nantinya menjadi salah satu dasar dalam menentukan langkah penanganan terhadap yang bersangkutan.

Bagi GRANAT Makassar, operasi di tempat hiburan malam tidak hanya penting dari sisi penindakan, tetapi juga sebagai instrumen pengawasan berkelanjutan. Pemeriksaan yang dilakukan secara terukur dan profesional dinilai dapat memberikan efek pencegahan sekaligus membuka ruang bagi aparat untuk mendeteksi lebih dini potensi penyalahgunaan maupun peredaran narkotika.

Dorongan agar kegiatan tersebut dilakukan secara rutin kini menjadi catatan bagi kepolisian. Sebab, pengawasan yang konsisten tidak hanya menyasar mereka yang ditemukan positif dalam pemeriksaan, tetapi juga menyentuh lingkungan tempat hiburan malam sebagai salah satu ruang yang perlu mendapat perhatian dalam upaya pencegahan narkotika.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini