Rutan Pangkep Kembangkan Kreativitas Warga Binaan melalui Seni
PANGKEP, MATANUSANTARA — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pangkep terus mengembangkan potensi warga binaan melalui pembinaan seni musik dan tari sebagai ruang untuk menyalurkan minat, bakat, dan kreativitas, Sabtu (3/10/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kegiatan tersebut melibatkan petugas Rutan Pangkep bersama peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) yang memberikan pendampingan kepada warga binaan selama proses latihan.
Dalam kegiatan itu, warga binaan diperkenalkan dengan Tari Gandrang Bulo, salah satu kesenian tradisional khas Sulawesi Selatan. Mereka mempelajari gerakan dan pola dasar tarian secara bertahap melalui latihan bersama.
Sementara itu, pembinaan seni tidak hanya diarahkan pada penguasaan keterampilan. Proses latihan juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai kedisiplinan, kerja sama, tanggung jawab, serta kepercayaan diri kepada warga binaan.
Kasubsi Pelayanan Rutan Pangkep, Djufri, mengatakan pihaknya terus berupaya menyediakan kegiatan pembinaan yang dapat memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Kami terus berupaya memberikan kegiatan pembinaan yang dapat mengembangkan minat dan bakat warga binaan. Melalui seni musik dan tari, mereka dilatih tentang disiplin, kerja sama, dan tanggung jawab,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan warga binaan dalam kegiatan seni menjadi bagian dari pembinaan positif selama menjalani masa pidana. Selain mengembangkan kreativitas, kegiatan tersebut diharapkan mampu membangun sikap dan keterampilan yang bermanfaat.
Melalui program pembinaan yang berkelanjutan, Rutan Pangkep berupaya memberikan bekal kepada warga binaan agar memiliki kemampuan serta pengalaman positif ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat.
Pembinaan seni pun diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan di dalam Rutan, tetapi menjadi salah satu proses yang mendorong warga binaan untuk lebih percaya diri, produktif, dan mampu mengembangkan potensi setelah menjalani masa pembinaan.

Tinggalkan Balasan