Who Am I di Rutan Makassar: Saat Warga Binaan Diajak Mengenal Diri dan Mengubah Arah Hidup
MAKASSAR, MATANUSANTARA — Perubahan tidak selalu dimulai dari lingkungan, tetapi dari kesadaran seseorang untuk mengenali dirinya sendiri. Prinsip itu menjadi pendekatan dalam Pendidikan Moralitas “Who Am I” yang diikuti warga binaan Rutan Kelas I Makassar bersama Yayasan Pelatihan Moralitas Budi Pekerti Bangsa Indonesia.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kegiatan tersebut diarahkan untuk membantu warga binaan memahami siapa dirinya, mengenali potensi yang dimiliki, serta melihat kembali sikap dan perilaku yang perlu diperbaiki selama menjalani proses pembinaan.
Pendekatan pengenalan diri tersebut menjadi bagian dari pembinaan kepribadian. Warga binaan tidak hanya menerima materi, tetapi juga dilibatkan dalam proses pembelajaran dan refleksi untuk membangun kesadaran terhadap diri dan pilihan yang akan dijalani ke depan.
Dalam prosesnya, kegiatan berlangsung secara interaktif. Warga binaan diberikan ruang untuk menggali pemahaman mengenai dirinya sekaligus melihat potensi positif yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari proses perubahan.
Bagi Rutan Kelas I Makassar, pembinaan kepribadian memiliki posisi penting dalam mempersiapkan warga binaan menghadapi tahapan setelah menjalani masa pidana. Perubahan pola pikir dan kesadaran diri diharapkan dapat menjadi dasar untuk membangun perilaku yang lebih baik.
Kepala Pelayanan Tahanan Rutan Kelas I Makassar, Rustanto, mengatakan proses perubahan perlu diawali dengan kesadaran terhadap diri sendiri.
“Mengenal diri menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran dan melakukan perubahan. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan motivasi bagi warga binaan untuk terus memperbaiki diri,” ujar Rustanto.
Sementara itu, Pendidikan Moralitas “Who Am I” diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan selama warga binaan berada di dalam Rutan. Nilai yang diperoleh dari proses pembelajaran tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan setelah mereka kembali ke masyarakat.
Mengenali potensi, memahami perilaku, dan membangun pola pikir positif menjadi bagian dari bekal yang perlu dipersiapkan sebelum warga binaan kembali menjalani kehidupan sosial.
Karena itu, pembinaan kepribadian terus diarahkan pada proses perubahan yang berkelanjutan. Bukan hanya bagaimana warga binaan menjalani masa pembinaan, tetapi bagaimana mereka menemukan arah baru ketika kesempatan untuk kembali ke masyarakat tiba.
Melalui Pendidikan Moralitas “Who Am I”, Rutan Kelas I Makassar berupaya menempatkan kesadaran diri sebagai salah satu fondasi perubahan. Dari mengenal diri, warga binaan diharapkan mampu menemukan potensi, memperbaiki sikap, dan membangun kehidupan yang lebih baik setelah bebas.

Tinggalkan Balasan