MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Bukan Sekadar Ibadah, Iktikaf di Rutan Pangkep Jadi Ruang Pembinaan Mental dan Spiritual Warga Binaan

Warga binaan Muslim mengikuti kegiatan iktikaf di Masjid Baitut Taubah Rutan Pangkep dalam program pembinaan kepribadian dan penguatan spiritual.

PANGKEP, MATANUSANTARA — Di balik tembok rumah tahanan, pembinaan warga binaan tidak hanya menyangkut kedisiplinan dan kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga upaya membangun kesadaran diri melalui pendekatan spiritual. Hal itu dilakukan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pangkep melalui program iktikaf di Masjid Baitut Taubah, Jumat (9/10/2026), sebagai bagian dari pembinaan kepribadian dan pemenuhan hak beribadah warga binaan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kegiatan tersebut diikuti warga binaan Muslim secara bergiliran dalam kelompok beranggotakan 10 orang. Rangkaian pembinaan meliputi membaca Al-Qur’an, mempelajari doa-doa harian, membaca hadis, serta mengikuti kuliah tujuh menit (kultum).

Program ini menjadi salah satu sarana untuk memperkuat pemahaman keagamaan sekaligus mendorong warga binaan merefleksikan perilaku dan nilai-nilai kehidupan. Melalui kegiatan yang dilaksanakan secara berkelanjutan, pembinaan spiritual diharapkan dapat mendukung proses perubahan diri selama menjalani masa pidana.

Kasubsi Pelayanan Rutan Pangkep, Djufri, menegaskan bahwa pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam menumbuhkan kesadaran spiritual dan mendorong perilaku positif warga binaan.

“Melalui program iktikaf, kami berharap warga binaan dapat mengamalkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Di sisi lain, pemenuhan hak beribadah juga menjadi bagian penting dari pelayanan yang kami berikan kepada warga binaan,” ungkapnya.

Di sisi pelayanan pemasyarakatan, fasilitasi kegiatan keagamaan juga berkaitan dengan penghormatan terhadap hak asasi manusia (HAM). Warga binaan tetap memiliki hak menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya, dengan pelaksanaannya menyesuaikan ketentuan serta tata tertib yang berlaku di dalam rutan.

Pendekatan tersebut menempatkan pembinaan sebagai bagian penting dari proses pemasyarakatan. Orientasinya tidak hanya menjaga ketertiban selama warga binaan menjalani masa pidana, tetapi juga memberikan ruang untuk mengembangkan sikap, tanggung jawab, dan kesiapan kembali ke tengah masyarakat.

Meski demikian, keberhasilan pembinaan tidak cukup diukur dari terlaksananya kegiatan keagamaan semata. Konsistensi program, keterlibatan warga binaan, serta penerapan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari menjadi aspek penting dalam mendukung tujuan pembinaan.

Melalui program iktikaf di Masjid Baitut Taubah, Rutan Pangkep berupaya memperkuat pembinaan kepribadian yang memperhatikan dimensi spiritual dan pemenuhan hak warga binaan. Langkah ini diharapkan menjadi bagian dari proses pemasyarakatan yang lebih manusiawi, terarah, dan berkelanjutan. (***).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini