Ismail Bachtiar Kunjungi Lapas Maros, Dukungan DPR RI Diharapkan Perkuat Kualitas Pemasyarakatan
MAROS, MATANUSANTARA — Penguatan penyelenggaraan pemasyarakatan menjadi perhatian dalam kunjungan Anggota Komisi VI DPR RI, Ismail Bachtiar, ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Maros, Selasa (13/10/2026). Kunjungan tersebut menjadi momentum membangun komunikasi antara jajaran pemasyarakatan dan pemangku kepentingan, terutama dalam mendorong peningkatan kualitas pelayanan, keamanan, serta pembinaan warga binaan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Ismail Bachtiar disambut Kepala Lapas Kelas IIB Maros, Ali Imran, bersama jajaran. Dalam agenda tersebut, Ismail melihat secara langsung kondisi lingkungan lapas dan pelaksanaan tugas pemasyarakatan sebagai bagian dari upaya memperkuat komunikasi mengenai penyelenggaraan layanan di tingkat satuan kerja.
Kunjungan ini menempatkan kualitas pelayanan dan pembinaan sebagai dua aspek penting dalam penyelenggaraan pemasyarakatan. Pelayanan yang profesional harus berjalan seiring dengan pemeliharaan keamanan dan ketertiban, sementara program pembinaan perlu diarahkan untuk membekali warga binaan dengan kemampuan serta kesiapan menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat.
Kepada media, Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Maros, Ali Imran, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia berharap komunikasi yang terjalin dapat memperkuat dukungan dari para pemangku kepentingan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan.
“Kami menyambut baik kunjungan Bapak Ismail Bachtiar di Lapas Maros. Kami berharap kunjungan ini dapat memperkuat sinergi dan dukungan terhadap pelaksanaan tugas pemasyarakatan, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan, keamanan, serta program pembinaan bagi warga binaan,” ujar Imran.
Bagi jajaran Lapas Maros, penguatan sinergi menjadi bagian penting dalam mendorong penyelenggaraan pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Dukungan lintas pemangku kepentingan diharapkan dapat membuka ruang koordinasi yang lebih efektif dalam menjawab kebutuhan penyelenggaraan tugas di lapangan.
Namun, penguatan sinergi tidak berhenti pada kunjungan dan komunikasi formal. Keberlanjutannya perlu tercermin melalui tindak lanjut yang terukur, sesuai kewenangan masing-masing pihak, sehingga perhatian terhadap penyelenggaraan pemasyarakatan dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan layanan dan pembinaan warga binaan.
Di sisi lain, program pembinaan yang berkelanjutan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan warga binaan menjalani proses reintegrasi sosial. Upaya tersebut membutuhkan pelayanan yang konsisten, lingkungan yang aman, serta pendekatan humanis yang tetap berlandaskan aturan dan tanggung jawab institusi.
Melalui kunjungan ini, Lapas Kelas IIB Maros berharap hubungan koordinasi dengan para pemangku kepentingan, termasuk unsur legislatif, dapat terus diperkuat. Tujuannya bukan sekadar membangun komunikasi kelembagaan, melainkan mendorong penyelenggaraan pemasyarakatan yang semakin berkualitas, transparan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (**).

Tinggalkan Balasan