Lapas Maros Sentuh Keluarga Warga Binaan Lewat Aksi Sosial, Bantuan Sembako Jadi Wujud Kepedulian
MAROS, MATANUSANTARA — Kepedulian terhadap keluarga warga binaan diwujudkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Maros melalui penyaluran bantuan paket sembako dalam kegiatan bakti sosial, Selasa (13/10/2026). Langkah ini menegaskan bahwa pendekatan pemasyarakatan tidak hanya menyangkut pembinaan di balik tembok lapas, tetapi juga kepedulian terhadap keluarga yang turut menghadapi tantangan sosial dan ekonomi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, bantuan sembako tersebut disalurkan untuk membantu meringankan beban kebutuhan pokok keluarga warga binaan. Di tengah kebutuhan sehari-hari yang terus berjalan, bantuan ini diharapkan memberikan manfaat langsung sekaligus menjadi bentuk perhatian institusi terhadap keluarga penerima.
Lebih dari sekadar penyaluran bantuan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang humanis antara jajaran pemasyarakatan dan masyarakat. Keluarga merupakan salah satu unsur penting dalam mendukung proses pembinaan warga binaan, sehingga perhatian terhadap mereka menjadi bagian dari penguatan hubungan sosial selama proses pemasyarakatan berlangsung.
Kepada media, Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Maros, Ali Imran, menegaskan bahwa kegiatan bakti sosial tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap keluarga warga binaan sekaligus momentum untuk mempererat silaturahmi.
“Melalui kegiatan bakti sosial ini, kami ingin berbagi dan menunjukkan kepedulian kepada keluarga warga binaan. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat, membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, serta mempererat hubungan kekeluargaan antara Lapas Maros dan keluarga warga binaan,” ujar Imran.
Menurutnya, semangat berbagi dan kepedulian sosial perlu terus ditumbuhkan sebagai bagian dari pelaksanaan tugas pemasyarakatan yang mengedepankan nilai kemanusiaan. Kehadiran institusi di tengah keluarga warga binaan diharapkan tidak hanya dirasakan melalui pelayanan administratif, tetapi juga melalui kegiatan sosial yang memberi manfaat secara langsung.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Maros berharap nilai solidaritas, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama semakin kuat. Upaya tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pembinaan pemasyarakatan memiliki dimensi sosial yang lebih luas, termasuk menjaga hubungan dengan keluarga warga binaan sebagai bagian dari lingkungan pendukung proses pembinaan dan reintegrasi sosial. (***).

Tinggalkan Balasan