Tiga Bulan Berbuah Hasil! Rutan Pangkep Panen Sawi, Pembinaan Warga Binaan Jadi Sorotan
PANGKEP, MATANUSANTARA — Lahan ketahanan pangan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pangkep menghasilkan panen sawi setelah melalui proses budidaya selama kurang lebih tiga bulan. Panen yang melibatkan petugas, peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), dan warga binaan pada Jumat (16/10/2026) ini menjadi bagian dari penguatan pembinaan kemandirian di lingkungan pemasyarakatan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kegiatan tersebut tidak sekadar berorientasi pada hasil pertanian. Keterlibatan warga binaan dalam proses perawatan hingga pemetikan sawi menjadi bagian dari upaya membangun keterampilan praktis yang berpotensi dimanfaatkan setelah mereka kembali ke tengah masyarakat.
Kasubsi Pelayanan Rutan Pangkep, Djufri, menegaskan bahwa hasil panen tersebut merupakan buah dari proses perawatan yang berlangsung selama berbulan-bulan.
“Panen ini merupakan hasil dari proses perawatan yang dilakukan selama kurang lebih tiga bulan. Kami berharap kegiatan pertanian seperti ini dapat terus berjalan dan memberikan keterampilan yang bermanfaat bagi warga binaan,” ujarnya.
Selama masa budidaya, warga binaan mendapat pendampingan dari petugas dan peserta magang Kemnaker. Mereka terlibat langsung dalam pemeliharaan tanaman hingga memasuki masa panen.
Program ini sekaligus mendukung Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) dalam bidang ketahanan pangan, dengan memanfaatkan lahan yang tersedia agar lebih produktif.
Namun, nilai penting kegiatan tersebut tidak hanya terletak pada sawi yang berhasil dipanen. Aspek yang perlu dijaga adalah keberlanjutan program, konsistensi pembinaan, serta kemampuan warga binaan mengembangkan keterampilan pertanian sebagai bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri setelah bebas.
Rutan Pangkep diharapkan terus mengembangkan kegiatan serupa secara berkelanjutan. Dengan demikian, lahan ketahanan pangan tidak hanya menjadi ruang produksi pertanian, tetapi juga sarana pembelajaran dan pembentukan kemandirian bagi warga binaan. (**).

Tinggalkan Balasan