Uji Kelayakan Dapur Rutan Makassar, Sampel Makanan dan Air Minum Diperiksa
MAKASSAR, MATANUSANTARA — Kualitas makanan yang dikonsumsi warga binaan menjadi aspek penting dalam penyelenggaraan pelayanan pemasyarakatan. Untuk memastikan pengelolaan dapur memenuhi persyaratan higiene sanitasi, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Makassar menjalani inspeksi oleh Tim Dinas Kesehatan Kota Makassar, Kamis (22/10/2026).
Pemeriksaan yang berlangsung mulai pukul 09.30 WITA di dapur Rutan Makassar tersebut meliputi peninjauan kondisi sanitasi serta pengambilan sampel makanan dan air minum untuk pengujian laboratorium. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Berdasarkan informasi yang dihimpun redaksi Mata Nusantara, pemeriksaan mencakup kebersihan lingkungan dapur, tata kelola penyajian makanan, alur distribusi, serta kelayakan sarana dan prasarana pendukung. Aspek-aspek tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pengolahan makanan yang disediakan bagi warga binaan.
Tim Dinas Kesehatan turut mengambil sampel makanan dan air minum untuk selanjutnya diuji di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Makassar. Hasil pengujian tersebut diharapkan menjadi dasar evaluasi terhadap kualitas sampel sekaligus mendukung proses penerbitan sertifikat higiene sanitasi.
Kegiatan itu dihadiri Kepala Seksi Pelayanan Tahanan, Kepala Subseksi Administrasi dan Perawatan selaku penanggung jawab dapur, serta pengelola dan petugas dapur Rutan Makassar.
Kepada media, Kepala Rutan (Karutan) Kelas I Makassar, Yohanes Dias Sanyoto, menegaskan bahwa pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari upaya mengevaluasi pengelolaan dapur dan meningkatkan kualitas pelayanan makanan bagi warga binaan.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk dalam penyediaan makanan yang bersih, sehat, dan layak konsumsi. Melalui pemeriksaan ini, kami dapat mengevaluasi pengelolaan dapur sekaligus melakukan perbaikan sesuai dengan rekomendasi dari Dinas Kesehatan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, jajaran pelayanan tahanan bersama penanggung jawab dapur menerima dan mencatat saran serta rekomendasi tim pemeriksa untuk ditindaklanjuti. Rekomendasi itu menjadi bagian dari evaluasi internal guna memperkuat penerapan kebersihan dan tata kelola dapur.
Pengawasan terhadap dapur pemasyarakatan memiliki arti penting karena makanan dan air minum merupakan kebutuhan dasar yang berhubungan langsung dengan kesehatan warga binaan.
Proses pengolahan yang tidak memenuhi persyaratan sanitasi berpotensi menimbulkan risiko kontaminasi, sehingga kebersihan fasilitas, penanganan bahan pangan, penyimpanan, hingga distribusi perlu mendapat perhatian berkelanjutan.
Namun, pelaksanaan inspeksi dan pengambilan sampel belum dengan sendirinya membuktikan bahwa seluruh persyaratan telah terpenuhi. Hasil uji laboratorium, evaluasi petugas berwenang, serta tindak lanjut atas rekomendasi menjadi bagian penting untuk menilai kelayakan higiene sanitasi secara menyeluruh.
Karena itu, proses penerbitan SLHS perlu dipastikan berjalan sesuai tahapan dan persyaratan yang berlaku. Apabila terdapat rekomendasi perbaikan, tindak lanjut yang terukur diperlukan agar peningkatan kualitas dapur tidak berhenti pada kegiatan pemeriksaan semata.
Bagi Rutan Makassar, pengawasan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat akuntabilitas dalam penyediaan makanan dan air minum.
Pelayanan yang baik tidak hanya berkaitan dengan tersedianya makanan, tetapi juga menyangkut kebersihan proses pengolahan dan kepastian bahwa makanan yang disajikan memenuhi persyaratan kelayakan konsumsi.
Melalui koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Makassar, Rutan Kelas I Makassar berupaya menjaga kualitas pelayanan sekaligus memastikan pengelolaan dapur terus dievaluasi. Konsistensi pengawasan dan tindak lanjut hasil pemeriksaan diharapkan mendukung pemenuhan kebutuhan dasar warga binaan secara layak, sehat, dan bertanggung jawab. (**).

Tinggalkan Balasan