MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Tak Sekadar Ibadah, Rutan Masamba Perkuat Mental dan Karakter Warga Binaan

Rutan Masamba bekerja sama dengan Kementerian Agama Kabupaten Luwu Utara menggelar pembinaan keagamaan bagi tahanan dan warga binaan.

MASAMBA, MATANUSANTARA — Pembinaan mental dan spiritual menjadi bagian penting dalam proses perubahan perilaku tahanan dan warga binaan pemasyarakatan (WBP). Prinsip tersebut dijalankan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Masamba melalui pembinaan keagamaan bagi umat Islam dan Kristen yang digelar bersama Kementerian Agama Kabupaten Luwu Utara, Selasa (27/10/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kegiatan yang dimulai pukul 09.00 Wita itu dilaksanakan secara bersamaan di Masjid Al-Hijrah dan Gereja Oikumene, di dalam lingkungan Rutan Masamba. Pelaksanaan pembinaan berlangsung tertib, aman, dan kondusif.

Program ini tidak hanya menjadi ruang bagi tahanan dan warga binaan untuk menjalankan ibadah, tetapi juga menjadi sarana penguatan nilai moral, pembentukan karakter, serta refleksi diri selama menjalani masa penahanan maupun pembinaan.

Kepada media, Kepala Rutan (Karutan) Kelas IIB Masamba menegaskan bahwa pembinaan kerohanian memiliki peran penting dalam mendukung perubahan perilaku dan mempersiapkan warga binaan menghadapi kehidupan setelah kembali ke tengah masyarakat.

“Melalui pembinaan kerohanian yang dilaksanakan secara rutin sesuai dengan agama masing-masing, kami berharap para tahanan dan warga binaan dapat memperkuat keimanan, memperbaiki diri, serta menumbuhkan sikap positif dalam menjalani kehidupan. Pembinaan ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mereka agar dapat kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik,” ujarnya.

Di Masjid Al-Hijrah, pembinaan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Muh. Iqbal, S.Pd. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ceramah agama yang dibawakan Asyari, S.Pd.I., mengangkat tema *“Fadilah atau Keutamaan Umat Nabi Muhammad SAW”.*

Dalam ceramahnya, Asyari menekankan pentingnya mensyukuri nikmat Allah SWT, memelihara kesabaran dan keikhlasan ketika menghadapi ujian, serta membangun prasangka baik atau *husnuzan* kepada Allah SWT.

Pesan tersebut mengajak para jemaah untuk menjadikan ujian kehidupan sebagai momentum introspeksi dan memperkuat komitmen memperbaiki diri. Nilai-nilai keagamaan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan ibadah, tetapi juga tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari.

Pada waktu yang sama, pembinaan bagi warga binaan beragama Kristen berlangsung di Gereja Oikumene. Ibadah dipimpin Santi selaku Pelayan Firman dengan bacaan Alkitab Mazmur 121:1–8 dan tema *“Tuhanlah Penjagaku”.*

Refleksi yang disampaikan mengangkat keteladanan Raja Daud dalam mengandalkan Tuhan. Jemaat diajak untuk tetap berpegang pada iman dan mempercayai penyertaan Tuhan ketika menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

Melalui pelayanan tersebut, peserta memperoleh ruang untuk memperkuat keyakinan sekaligus merefleksikan pentingnya keteguhan hati dalam menghadapi keadaan yang tidak mudah.

Pelaksanaan pembinaan bagi peserta beragama Islam dan Kristen memperlihatkan upaya Rutan Masamba mengakomodasi kebutuhan spiritual warga binaan sesuai dengan agama masing-masing.

Dalam konteks pemasyarakatan, pemenuhan hak beribadah berjalan beriringan dengan pembinaan kepribadian. Keduanya menjadi bagian dari pelayanan yang menghormati martabat manusia sekaligus mendorong tumbuhnya kesadaran untuk memperbaiki diri.

Kerja sama dengan Kementerian Agama Kabupaten Luwu Utara menjadi bagian dari pelaksanaan kegiatan tersebut. Para peserta mengikuti rangkaian ibadah dan pembinaan dengan tertib, antusias, serta khusyuk.

Bagi Rutan Masamba, pembinaan kerohanian diharapkan berkontribusi terhadap pembentukan karakter dan kesiapan warga binaan untuk kembali menjalani kehidupan bermasyarakat.

Namun, keberhasilan pembinaan tidak semata-mata diukur dari terlaksananya kegiatan keagamaan. Konsistensi program dan penerapan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari juga menjadi bagian penting dari proses perubahan yang ingin dicapai.

Melalui pembinaan yang rutin, Rutan Masamba terus mendorong pelayanan pemasyarakatan yang humanis, menghormati hak beragama, dan berorientasi pada perbaikan diri tahanan serta warga binaan. (***).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini