Tak Sekadar Pembinaan, Lapas Maros Perkuat Layanan Humanis bagi Lansia
MAROS, MATANUSANTARA — Pada 19 Oktober 2026, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Maros memperkuat kualitas pelayanan bagi warga binaan lanjut usia melalui pembekalan petugas dalam program Strategi Pelayanan Holistik Terintegrasi bagi Warga Binaan Lansia Pemasyarakatan (SAPA LANSIA PAS).
Program ini menjadi langkah untuk memastikan warga binaan lanjut usia mendapatkan pelayanan yang layak, manusiawi, dan sesuai dengan kebutuhan mereka.
Pembekalan tersebut menghadirkan pemateri dari Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Maros serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A Dalduk-KB) Kabupaten Maros.
Materi yang diberikan menekankan pentingnya memahami kondisi fisik, kebutuhan, keterbatasan, serta hak-hak warga binaan lanjut usia. Pemahaman tersebut diperlukan agar petugas mampu memberikan pendampingan yang tepat sekaligus membangun pola pelayanan yang lebih responsif terhadap kelompok rentan.
Kepada media, Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Maros, Ali Imran, menegaskan bahwa peningkatan kapasitas petugas merupakan bagian penting dalam mewujudkan pelayanan pemasyarakatan yang humanis.
“Melalui program SAPA LANSIA PAS, kami ingin memastikan bahwa warga binaan lansia memperoleh pelayanan yang layak, humanis, dan sesuai dengan kebutuhannya. Untuk itu, petugas perlu memiliki pemahaman serta kemampuan yang memadai dalam memberikan pendampingan,” ujarnya dikutip media ini, Jumat (30/10).
Menurutnya, pelayanan bagi warga binaan lanjut usia tidak cukup hanya mengandalkan prosedur rutin. Petugas juga perlu memiliki kepekaan terhadap kondisi dan kebutuhan khusus yang dihadapi kelompok tersebut.
Karena itu, koordinasi lintas sektor menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung pelaksanaan program. Kolaborasi diharapkan dapat memperluas pemahaman petugas dan memperkuat pendekatan pelayanan yang lebih menyeluruh.
Melalui SAPA LANSIA PAS, Lapas Kelas IIB Maros berupaya membangun pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan warga binaan. Sebab, keberhasilan pemasyarakatan bukan hanya diukur dari pelaksanaan pembinaan, tetapi juga dari komitmen untuk memastikan setiap warga binaan memperoleh pelayanan yang layak, manusiawi, dan bermartabat. (***).

Tinggalkan Balasan