MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Bukan Sekadar Seremoni, Lapas Maros Jadikan Hari Bhakti Momentum Peduli Lingkungan

Jajaran petugas Lapas Kelas IIB Maros bergotong royong membersihkan halaman kantor melalui program Imipas Peduli dalam rangka memperingati Hari Bhakti Kemenimipas ke-2.

MAROS, MATANUSANTARA — Pengabdian sebuah institusi tidak selalu diukur dari besarnya program yang dijalankan, tetapi juga dari kepedulian yang diwujudkan melalui tindakan nyata. Semangat itulah yang ditunjukkan jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Maros dalam memperingati Hari Bhakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) ke-2 melalui aksi bersih-bersih lingkungan kantor, Rabu (4/11/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kegiatan bertajuk Imipas Peduli tersebut melibatkan jajaran petugas Lapas Maros yang bergotong royong membersihkan halaman kantor dari sampah, dedaunan kering, serta berbagai kotoran yang mengganggu kebersihan dan kerapian lingkungan.

Aksi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga kebersihan bukan semata tanggung jawab petugas kebersihan, melainkan budaya yang harus tumbuh dalam setiap individu di lingkungan institusi.

Di balik kegiatan sederhana itu, terdapat pesan tentang pentingnya kedisiplinan, kepedulian, dan tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif.

Kondisi lingkungan kantor yang bersih dan tertata juga memiliki kaitan dengan kualitas pelayanan publik. Lingkungan yang nyaman dapat mendukung aktivitas kedinasan sekaligus memberikan kesan positif bagi masyarakat yang datang mengakses layanan pemasyarakatan.

Kepada media, Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Maros, Ali Imran, menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus dibangun melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

“Menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab kita bersama. Melalui kegiatan ini, saya berharap seluruh petugas semakin peduli terhadap kebersihan tempat kerja dan menjadikan budaya gotong royong sebagai kebiasaan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” ujar Imran.

Menurutnya, momentum Hari Bhakti Kemenimipas ke-2 tidak hanya menjadi ruang untuk memperingati perjalanan institusi, tetapi juga kesempatan memperkuat semangat pengabdian melalui kontribusi yang dapat dirasakan secara langsung.

Karena itu, kepedulian terhadap lingkungan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan bersih-bersih semata. Kesadaran menjaga kebersihan perlu diterapkan sebagai bagian dari kedisiplinan dan tanggung jawab seluruh jajaran dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Kegiatan Imipas Peduli menjadi salah satu bentuk penerjemahan nilai pengabdian ke dalam tindakan konkret. Semangat gotong royong yang terbangun diharapkan mampu memperkuat kebersamaan sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan kerja.

Lebih jauh, institusi pemasyarakatan tidak hanya dituntut menjalankan fungsi administratif dan pembinaan, tetapi juga menghadirkan lingkungan kerja yang tertib, sehat, serta mendukung pelayanan yang profesional.

Melalui aksi tersebut, Lapas Kelas IIB Maros di bawah kepemimpinan Ali Imran menegaskan komitmennya untuk terus menumbuhkan budaya peduli lingkungan sebagai bagian dari penguatan kualitas pengabdian.

Sebab, perubahan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Kebiasaan menjaga kebersihan, kedisiplinan, dan kepedulian yang dilakukan bersama merupakan fondasi penting dalam membangun institusi yang lebih baik.

Semangat Hari Bhakti Kemenimipas ke-2 pun diharapkan tidak hanya menjadi peringatan tahunan, tetapi terus hidup dalam perilaku dan tanggung jawab seluruh jajaran pemasyarakatan. (**).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini