Akselerasi Ketahanan Pangan, Polda Sulsel Peringkat Dua Nasional Serapan Jagung Bulog
MAKASSAR, MATANUSANTARA — Akselerasi program ketahanan pangan nasional menunjukkan progres signifikan di wilayah Sulawesi Selatan. Polda Sulsel mencatat capaian strategis dengan menempati peringkat kedua nasional dalam realisasi penyerapan jagung sebagai Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) yang dikelola Badan Urusan Logistik (Bulog).
Berdasarkan rekapitulasi hingga 28 Maret 2026, total penyerapan jagung di wilayah Sulselbar telah mencapai 41.116 ton, menempatkan Polda Sulsel tepat di bawah Provinsi Jawa Timur dalam struktur capaian nasional. Angka tersebut tidak sekadar statistik, melainkan indikator konkret konsolidasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas pangan.
Kepala Biro SDM Polda Sulsel, Adi Ferdian Saputra, menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari orkestrasi sistematis seluruh jajaran Polres yang terintegrasi hingga level desa, sejalan dengan arah kebijakan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
“Kami Polda Sulsel serius dan terus berkomitmen mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Bapak Presiden RI Prabowo Subianto, Alhamdulillah seluruh Polres telah melaporkan penyerapan jagung pada Bulog di tiap Kabupaten/Kota dan diakhir Maret sudah mencapai di angka 41.116 ton penyerapan CJP dan Alhamdulillah hasil anev Mabes kemarin Polda Sulsel menduduki peringkat 2 terbanyak penyerapan jagung pada Bulog di bawah Jawa Timur yang menduduki posisi peringkat pertama,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).
Secara operasional, pola kerja yang diterapkan mengedepankan monitoring berbasis data real-time melalui analisa dan evaluasi (anev) harian. Mekanisme ini memastikan setiap progres penyerapan, distribusi, hingga kendala lapangan dapat terpetakan secara presisi dan dilaporkan berjenjang ke Mabes Polri.
Lebih jauh, keberlanjutan program menjadi fokus utama. Polda Sulsel mendorong kesiapan infrastruktur logistik Bulog agar mampu mengimbangi ritme produksi dari lahan binaan Polri yang terus meningkat.
“Penyerapan jagung akan terus berkelanjutan setiap harinya, dan kami berharap pihak Bulog selalu menyiapkan gudang untuk menampung jagung yang diserap dari lahan binaan Polri,” tambahnya.
Dalam kerangka yang lebih luas, capaian ini memperlihatkan pergeseran peran institusi kepolisian yang tidak hanya bertumpu pada fungsi keamanan, tetapi juga menjadi akselerator kebijakan strategis nasional, khususnya dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas pangan di tengah dinamika ekonomi.
“Setiap hari kami melakukan analisa dan evaluasi kepada seluruh gugus tugas Polres dimana laporan dan kegiatan yang dilaksanakan kami dapat ketahui sampai tingkat desa dan kami lanjutkan laporan ke tingkat Mabes,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan