MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Aktivis HAM KontraS Disiram Air Keras, Damkers Angkat Bicara!

Kasus penyiraman air keras terhadap seorang aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) kembali mengguncang publik.

 

 

JAKARTA, MATANUSANTARA – Kasus penyiraman air keras terhadap seorang aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) kembali mengguncang publik.

Peristiwa ini tidak hanya dianggap sebagai tindakan kriminal semata, tetapi juga perlu dipandang sebagai ancaman serius terhadap perjuangan penegakan HAM dan kebebasan sipil di Negara Indonesia.

Perkuat Relasi dan Media Partner, Mata Nusantara Gelar Berbagi Takjil Ramadan 1447H/2026M

Menanggapi kejadian tersebut, Mantan Aktivis Jalanan Alumni Hukum UMI yang akrab di sapa Damkers angkat bicara angkat bicara. Ia mengecam keras tindakan penyiraman air keras yang dinilai sebagai bentuk kekerasan brutal terhadap mereka yang memperjuangkan keadilan dan hak-hak Masyarakat.

Menurutnya, serangan terhadap aktivis HAM adalah bentuk nyata dari upaya membungkam suara kritis di ruang publik “Serangan seperti ini tidak boleh dianggap sebagai peristiwa biasa!

Rutan Pangkep Hadirkan Kebahagiaan bagi Warga Binaan Lewat Bukber Bareng Keluarga

Ketika seorang aktivis HAM diserang, maka sesungguhnya yang diserang adalah nilai-nilai Kemanusiaan dan Demokrasi,” ujarnya.

Mantan Aktivis Jalanan Alumni Hukum UMI ini juga menegaskan bahwa Negara sangat memiliki kewajiban konstitusional untuk memberikan perlindungan kepada setiap warga negara, terutama mereka yang bekerja memperjuangkan keadilan sosial dan perlindungan HAM.

Kegagalan negara dalam memberikan rasa aman kepada para aktivis dapat menjadi Preseden buruk bagi Demokrasi ia mendesak kepada Aparat Penegak Hukum untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut secara Transparan dan Profesional.

Rutan Pangkep Hadirkan Kebahagiaan bagi Warga Binaan Lewat Bukber Bareng Keluarga

Ia juga menekankan bahwa pelaku, termasuk pihak yang berada di balik perintah atau motif serangan, harus diungkap tanpa pandang bulu Mau siapa Dia? Apa Jabatannya? Hukum Tidak mengenal itu!

“Penegakan hukum tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan saja. Harus ditelusuri siapa aktor intelektual di balik peristiwa ini dan Jika tidak, maka praktik intimidasi terhadap pejuang HAM akan terus terjadi,” tegasnya.

Mudik Aman Keluarga Bahagia, Polres Maros Bersama Dishub Lakukan Ramp Check Kendaraan Lebaran

Lebih lanjut, ia juga mengajak kepada seluruh masyarakat sipil untuk tetap solid dalam mengawal kasus ini. Baginya, solidaritas publik sangat penting agar kekerasan terhadap aktivis tidak menjadi hal yang dianggap lumrah.

Kasus ini kembali mengingatkan bahwa perjuangan menegakkan HAM di Indonesia masih menghadapi tantangan besar dan Serangan terhadap aktivis bukan hanya persoalan individu, tetapi juga cerminan dari kondisi demokrasi dan supremasi hukum di Negara Indonesia.

Mudik Aman Keluarga Bahagia, Polres Maros Bersama Dishub Lakukan Ramp Check Kendaraan Lebaran

Damkers menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa kekerasan tidak boleh menjadi alat untuk membungkam kebenaran “Selama masih ada orang yang berani bersuara, maka harapan terhadap keadilan akan tetap hidup” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup