MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Arus Balik Memuncak, Polres Maros Kerahkan Kekuatan Penuh Pengamanan Total

Pengamanan ketat aparat di sejumlah titik wisata dan transportasi saat lonjakan arus balik Lebaran di Maros.

MAROS, MATANUSANTARA — Lonjakan arus balik gelombang kedua pasca Idul Fitri 1447 Hijriah mulai menunjukkan intensitas signifikan. Dalam situasi yang berpotensi memicu kepadatan ekstrem hingga gangguan keamanan, Polres Maros memilih tidak mengambil risiko dengan mengerahkan ratusan personel dalam skema Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD).

Langkah ini menjadi fase krusial setelah berakhirnya Operasi Ketupat 2026, di mana tanggung jawab pengamanan tidak berhenti, justru memasuki titik rawan yang kerap luput dari perhatian: arus balik susulan.

Secara taktis, pengamanan difokuskan pada titik-titik yang memiliki rekam jejak kepadatan tinggi mulai dari jalur utama penghubung antar kabupaten, akses menuju kota Makassar, hingga simpul transportasi yang berpotensi menjadi bottleneck pergerakan kendaraan.

Petugas tidak hanya melakukan pengaturan lalu lintas, tetapi juga menerapkan pendekatan persuasif melalui imbauan langsung kepada pengendara, sekaligus patroli mobile untuk meredam potensi gangguan kamtibmas yang dapat muncul secara sporadis.

Fenomena lain yang turut menjadi perhatian adalah meningkatnya pergerakan masyarakat ke destinasi wisata, yang dalam beberapa tahun terakhir justru menjadi titik rawan baru pasca Lebaran.

Taman Wisata Alam Bantimurung, kawasan karst Rammang-Rammang, Grand Mall Maros, wahana waterboom, hingga Bandara Internasional Sultan Hasanuddin masuk dalam radar pengamanan ketat aparat.

Di titik-titik tersebut, kehadiran polisi tidak hanya bersifat simbolik, melainkan sebagai instrumen kontrol situasi untuk mencegah potensi kriminalitas, kepadatan berlebih, hingga gangguan ketertiban umum.

Kasi Humas Polres Maros, AKP Ahmad, S.Sos., M.H menegaskan bahwa KRYD bukan sekadar agenda rutin, melainkan bentuk kesiapsiagaan penuh institusi dalam membaca dinamika lapangan.

“Dalam menghadapi arus balik gelombang kedua, Polres Maros melaksanakan KRYD dengan menurunkan ratusan personel untuk memastikan keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat, baik di jalur lalu lintas maupun di lokasi wisata dan pusat keramaian,” ujarnya, Sabtu (28/3/2026).

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa fase arus balik tidak bisa dipandang sebagai penutup Lebaran, melainkan sebagai fase kritis yang membutuhkan kontrol ketat lintas sektor.

Di sisi lain, masyarakat diingatkan untuk tidak lengah. Faktor kelelahan, kelalaian, serta euforia libur panjang kerap menjadi pemicu utama kecelakaan dan insiden di ruang publik.

Dengan skema pengamanan berlapis ini, Polres Maros berupaya memastikan satu hal: arus balik tidak berubah menjadi titik rawan yang merugikan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini