MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Bazar Takjil di Rutan Pangkep Hadirkan Nuansa Ramadhan Humanis dan Produktif

Warga binaan memilih aneka takjil tradisional dalam kegiatan bazar Ramadhan yang digelar di area blok hunian Rutan Kelas IIB Pangkep sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian dan penguatan psikologis selama bulan suci.

PANGKEP, MATANUSANTARA — Ramadhan di Rutan Kelas IIB Pangkep tahun ini tidak sekadar menghadirkan rutinitas ibadah, tetapi juga inovasi pembinaan yang menyentuh aspek psikologis dan sosial warga binaan. Area blok hunian disulap menjadi pusat interaksi melalui bazar bertajuk “Tanpan Ramadhan Fair”, yang digelar menjelang waktu berbuka, Senin (23/2/2026).

Sudut rutan yang biasanya steril dari aktivitas komersial berubah menjadi ruang ekonomi terbatas yang tertata dan terkontrol. Aneka kue tradisional khas Sulawesi Selatan, gorengan, hingga minuman segar dipasarkan dengan harga terjangkau melalui kemitraan Koperasi Primkopasindo. Skema ini tidak hanya menghadirkan suasana ngabuburit, tetapi juga menjadi instrumen pembinaan kemandirian berbasis praktik langsung.

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung sepanjang bulan suci ini dirancang sebagai bagian dari pendekatan pemasyarakatan modern. Warga binaan yang dilibatkan dalam pengelolaan dan distribusi produk dilatih membangun tanggung jawab, disiplin, serta etika pelayanan. Model pembinaan semacam ini mempertegas orientasi reintegrasi sosial, bukan sekadar menjalani masa pidana secara pasif.

Kepala Pengamanan (KP) Abd Jalil, memastikan bahwa inovasi tersebut tetap berada dalam koridor pengawasan ketat.

“Kami mendukung kegiatan ini sebagai bagian dari pemenuhan hak rekreatif warga binaan selama Ramadhan. Meski demikian, pengamanan tetap kami perketat di sekitar lokasi bazar agar situasi tetap aman dan kondusif,” jelasnya.

Pendekatan humanis ini dinilai strategis dalam menjaga stabilitas internal rutan. Secara psikologis, ruang interaksi yang terkontrol mampu mereduksi kejenuhan, menekan potensi konflik, serta memperkuat kohesi sosial antarwarga binaan.

Momentum ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Ramadhanckebersamaan, empati, dan produktivitas tetap dapat tumbuh di balik tembok pembatas kebebasan. Di ruang yang terbatas, pembinaan tetap bergerak progresif. (RAM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini