Bocor!! Dari Pembangunan Hingga Rehabilitasi, Masjid 99 Kubah Habiskan Anggaran Rp201 Miliar
MAKASSAR, MATANUSANTARA — Pembangunan Masjid 99 Kubah Asmaul Husna di Kota Makassar sejak 2017 hingga rehabilitasi kubah 2025 menelan total anggaran APBD Sulsel sekitar Rp201 miliar, namun kondisi masjid masih bocor parah. Inspeksi DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel) menemukan genangan air di kubah utama dan lantai, meski proyek telah menyedot miliaran rupiah dan kini menimbulkan pertanyaan publik tentang kualitas proyek.
Berdasarkan dokumen pemerintah dan pemberitaan resmi, proyek masjid terbagi beberapa tahap. Pada 2017, pembangunan tahap awal meliputi konstruksi masjid, kubah utama, dan puluhan kubah kecil, dengan anggaran ± Rp60 miliar. 2018, tahap II, mencakup penyelesaian kubah tambahan, interior, lantai, plafon, fasilitas wudhu, dan parkir basement, anggaran ± Rp71 miliar.
2019 menjadi tahap finishing awal konstruksi, sebagian pekerjaan tersisa. 2021, pembangunan dilanjutkan setelah sempat terhenti karena audit konstruksi dan perubahan kebijakan, anggaran ± Rp22 miliar. 2022, penyelesaian kubah, menara, dan struktur tambahan dengan anggaran ± Rp45 miliar, masjid mulai digunakan Maret 2022.
2023, finishing tambahan dan penataan kawasan, peresmian kembali oleh gubernur pada 20 Agustus 2023. Terakhir, 2025, rehabilitasi kubah utama dikerjakan untuk menanggulangi kebocoran, termasuk pelapisan kubah, dengan anggaran ± Rp4,5–4,8 miliar. Kontraktor: PT Aleta Creative Consultant.
Tender Diduga Bermasalah
Proyek rehabilitasi kubah 2025 menggunakan metode Tender Cepat sistem harga terendah gugur. CV. Antar Pulau Emas (APE) sempat mengajukan penawaran paling rendah Rp3,8 miliar, namun gugur karena tidak hadir verifikasi dokumen.
Kontrak akhirnya dimenangkan oleh CV. Aleta Creative Consultant senilai Rp4,56 miliar, sekitar Rp719 juta lebih tinggi dari penawaran terendah.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan publik terkait transparansi proses tender, nilai kontrak, dan efektivitas pengawasan proyek.
Inspeksi Komisi D DPRD Sulsel pada Masjid 99 Kubah menunjukkan kondisi genangan air di lantai utama dan lantai dua, sementara sejumlah baskom digunakan untuk menampung tetesan dari atap. Aktivitas ibadah tetap berlangsung, namun kondisi ini memunculkan kekhawatiran akan kualitas pekerjaan dan keselamatan jemaah.
Ketua Komisi D, Kadir Halid, menegaskan,“Ini sudah diperbaiki saya tidak tahu bagaimana, tapi ini masih bocor. Termasuk platform lantai dua juga masih bocor semua. Ini bekas-bekas semua di platform.” tegasnya, Kamis (05/03/2026)
Analisis Investigasi
Total anggaran proyek: ± Rp201 miliar dari APBD Sulsel.
Tender diduga bermasalah: Penawar terendah Rp3,8 miliar gugur, kontrak jatuh ke penawar lebih tinggi.
Kualitas pekerjaan: Masih ditemukan kebocoran, menunjukkan pengawasan proyek belum maksimal.
Dampak publik: Masjid tetap digunakan untuk ibadah, tetapi kondisi kebocoran menciptakan risiko dan sorotan publik. (RAM).


Tinggalkan Balasan