MAKASSAR, MATANUSANTARA — Ucapan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang disampaikan Owner MJB, Hj. Paramita, bersama sang suami Irfan, tidak berhenti pada formalitas tahunan. Di balik pesan tersebut, tersimpan strategi komunikasi yang mempertegas posisi brand dalam membangun kedekatan emosional dengan pasar. Sabtu 21 Maret 2026.
“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah. Minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin,” menjadi pesan yang disampaikan, yang secara substansi tidak hanya bernuansa religius, tetapi juga mengandung pendekatan relasional antara pelaku usaha dan konsumennya.
Dalam lanskap industri kosmetik yang kian kompetitif, diferensiasi tidak lagi hanya bertumpu pada kualitas produk, melainkan pada bagaimana brand mampu membangun kepercayaan dan loyalitas jangka panjang. MJB, melalui figur Hj. Paramita, terlihat konsisten memainkan pendekatan tersebut.
Sebagai pengusaha perempuan, Hj. Paramita memposisikan brand MJB tidak sekadar sebagai entitas bisnis, tetapi sebagai representasi kedekatan dengan konsumen. Pendekatan ini menjadi faktor penting dalam memperkuat engagement, khususnya di pasar lokal yang sangat dipengaruhi oleh kedekatan sosial dan trust.
Kehadiran Irfan dalam penyampaian ucapan ini juga memperlihatkan dimensi lain dari branding MJB, yakni penguatan citra keluarga dan nilai kebersamaan. Dalam perspektif komunikasi bisnis, hal ini berfungsi membangun persepsi stabilitas dan kredibilitas brand di mata publik.
Lebaran sebagai momentum sosial-religius dengan intensitas interaksi tinggi dimanfaatkan secara strategis untuk memperluas jangkauan pesan. Tidak hanya sebagai ucapan, tetapi sebagai instrumen penguatan positioning brand di tengah masyarakat.
Secara implisit, langkah ini menunjukkan bahwa MJB tidak hanya berorientasi pada transaksi, tetapi juga pada pembangunan ekosistem relasi dengan pelanggan. Dalam jangka panjang, pendekatan seperti ini cenderung menghasilkan loyalitas yang lebih kuat dibanding strategi pemasaran konvensional.
Di tengah dinamika bisnis yang menuntut adaptasi cepat, komunikasi berbasis nilai seperti yang ditampilkan MJB menjadi indikator bahwa brand lokal memiliki kapasitas untuk bersaing melalui kekuatan identitas dan kedekatan sosial.
Dengan demikian, ucapan Idul Fitri yang disampaikan Hj. Paramita dan Irfan dapat dibaca sebagai refleksi strategi yang lebih luas yakni membangun brand yang tidak hanya dikenal, tetapi juga dipercaya.
