MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Ditengah Ramainya Mudik, Polres Luwu Pastikan Semua Pulang dengan Selamat

Personel Polres Luwu melakukan pengamanan dan pengaturan arus kendaraan selama Operasi Ketupat 2026, yang berakhir dengan capaian signifikan berupa nihil korban jiwa di tengah mobilitas mudik yang tinggi.

LUWU, MATANUSANTARA –Di tengah padatnya arus mudik Lebaran yang selalu menyimpan potensi risiko, Luwu menghadirkan cerita berbeda. Bukan tentang kemacetan panjang atau kecelakaan tragis, melainkan tentang upaya bersama menjaga satu hal paling berharga: keselamatan setiap orang yang pulang ke rumah. Kamis 25 Maret 2026.

Selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, wilayah hukum Polres Luwu tetap berada dalam kondisi aman, tertib, dan kondusif. Arus lalu lintas berjalan lancar, dan yang paling penting, tidak ada satu pun nyawa yang hilang di jalan.

Kapolres Luwu, Adnan Pandibu, menyampaikan bahwa capaian ini lahir dari kerja bersama bukan hanya aparat, tetapi juga masyarakat yang semakin sadar akan pentingnya keselamatan.

“Alhamdulillah, pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 di wilayah Kabupaten Luwu berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif. Ini merupakan hasil kerja sama dan dedikasi seluruh personel serta dukungan masyarakat,” ujarnya.

Di balik angka-angka itu, ada ribuan upaya yang dilakukan tanpa banyak terlihat. Edukasi terus digencarkan melalui ribuan konten informasi, spanduk, hingga selebaran yang mengingatkan pentingnya tertib berlalu lintas. Bukan sekadar imbauan, tetapi ajakan untuk saling menjaga.

Petugas juga hadir langsung di lapangan—melalui patroli dan pengaturan lalu lintas—untuk memastikan setiap perjalanan tetap aman. Mereka bukan hanya mengatur kendaraan, tetapi juga membantu, mengingatkan, dan menjadi bagian dari perjalanan masyarakat.

Tercatat 13 kejadian kecelakaan selama operasi berlangsung. Namun dari semua peristiwa itu, tidak ada yang berujung kehilangan nyawa. Satu orang mengalami luka berat, dan beberapa lainnya luka ringan—sebuah pengingat bahwa risiko tetap ada, tetapi dapat ditekan.

Kapolres Luwu menilai meningkatnya kesadaran masyarakat menjadi kunci penting dalam menjaga keselamatan bersama.

“Keberhasilan ini menjadi indikator meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah tertib dan mematuhi aturan selama Operasi Ketupat berlangsung,” tambahnya.

Operasi Ketupat 2026 memang telah berakhir. Namun pesan yang ditinggalkan tetap hidup: keselamatan bukan hanya tanggung jawab petugas, melainkan tanggung jawab bersama.

Di Luwu, mudik bukan hanya tentang sampai tujuan—tetapi tentang memastikan semua orang tiba dengan selamat, tanpa menyisakan duka di hari yang seharusnya penuh kebahagiaan. (RAM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini