MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Forensik Lapangan THM Medan, Polisi-BEA Cukai Telusuri Jejak Narkotika Usai Video Pengunjung Bergelimpangan

Petugas gabungan melakukan penyelidikan forensik lapangan di THM Medan yang viral.

SUMATRA UTARA, MATANUSANTARA — Penyelidikan kasus video viral yang memperlihatkan pengunjung tempat hiburan malam (THM) bergelimpangan di Medan kini memasuki fase forensik lapangan, dengan pendekatan multidisipliner oleh Polrestabes Medan bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Fokus utama: menelusuri kemungkinan paparan zat berbahaya, baik narkotika maupun kandungan ilegal dalam minuman.

Lokasi yang menjadi titik penyelidikan adalah Helen’s Night Market di Jalan Setia Budi, yang diduga identik dengan rekaman visual yang beredar luas. Tim gabungan melakukan scene verification untuk menguji kesesuaian antara konten video dan kondisi faktual di tempat kejadian.

Dalam penyisiran awal, petugas menemukan residu berupa bekas muntahan di beberapa titik, yang kini menjadi objek penting dalam penelusuran indikasi paparan zat. Selain itu, sejumlah ruang operasional diperiksa secara menyeluruh, termasuk jalur distribusi minuman yang berpotensi menjadi medium masuknya zat berbahaya.

Kasatresnarkoba Polrestabes Medan, Rafli Yusuf Nugraha, menegaskan bahwa penyelidikan tidak dibatasi pada satu variabel tunggal, melainkan menggunakan pendekatan multi-layer investigation.

“Kami bersama Bea dan Cukai, tengah melakukan pendalaman di THM yang beberapa waktu lalu videonya viral di dunia maya. Ada beberapa ruangan yang kami periksa, termasuk minuman dengan kandungan alkohol,” ungkapnya kepada media, Senin (06/04/2026)

Keterlibatan Bea Cukai mengindikasikan adanya perluasan spektrum penyelidikan, mencakup kemungkinan pelanggaran dalam distribusi minuman beralkohol—baik dari sisi legalitas impor, pita cukai, hingga potensi adulterasi (pencampuran zat berbahaya).

Secara taktis, penyidik membuka dua skenario utama: pertama, paparan narkotika yang didistribusikan secara terselubung; kedua, konsumsi minuman yang terkontaminasi atau tidak memenuhi standar keamanan. Kedua skenario ini akan diuji melalui pengumpulan barang bukti dan pendalaman keterangan saksi.

“Penyelidikan masih kami lakukan, tentu jika ditemukan praktek penyalahgunaan narkoba, tindakan tegas kami pastikan akan kami lakukan,” tegas Rafli.

Kasus ini berpotensi berkembang menjadi pengungkapan jaringan yang lebih luas apabila ditemukan keterkaitan antara pelaku usaha, distributor, hingga pemasok. Oleh karena itu, pendekatan follow the chain menjadi krusial dalam mengurai kemungkinan keterlibatan lintas aktor.

Publik kini menanti hasil konkret dari penyelidikan ini, yang tidak hanya menyasar peristiwa viral, tetapi juga membuka peluang pembongkaran praktik laten di sektor hiburan malam yang selama ini sulit terdeteksi. (Rikki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini