MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Free Palestine Network Mengutuk Keras Agresi Militer AS dan Zionis Israel Terhadap Iran

Free Palestine Network (FPN) menyatakan kecaman kerasnya terhadap tindakan agresi militer dan destabilisasi yang diarahkan terhadap Republik Islam Iran oleh Amerika Serikat dan Israel.

 

MATANUSANTARA – Free Palestine Network (FPN) menyatakan kecaman kerasnya terhadap tindakan agresi militer dan destabilisasi yang diarahkan terhadap Republik Islam Iran oleh Amerika Serikat dan Israel.

Kami juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada bangsa Iran dan kepada semua pembela Palestina atas kemartiran Pemimpin Tertinggi Iran. Semoga Allah SWT menerima perjuangannya seumur hidup, kepemimpinannya yang teguh, dan pengorbanannya di jalan kebenaran.

Demi membela Palestina, Iran terus menghadapi ancaman, sanksi, dan serangan militer dari Amerika Serikat dan rezim Zionis. Pada Juni 2025, Iran mengalami agresi militer langsung selama 12 hari berturut-turut.

Semarak Ramadan 1447 H / 2026 M, Polsek Tamalate Bersama Bhaayangkari, Tebar Kebaikan di Depan Mapolsek

Pada akhir Desember 2025 dan selama minggu-minggu pertama Januari 2026, Amerika Serikat dan Israel melakukan upaya destabilisasi di dalam Iran dengan mempersenjatai dan mendukung perusuh, yang mengakibatkan 3.117 kematian.

Dari jumlah tersebut, 2.447 adalah warga sipil dan personel keamanan yang menjadi korban kekerasan terkait kerusuhan, sementara sisanya adalah individu yang terlibat dalam tindakan kekerasan dan terorisme.

Dari sudut pandang hubungan internasional dan hukum internasional, setiap serangan militer sepihak terhadap negara berdaulat merupakan pelanggaran berat terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, khususnya larangan penggunaan kekerasan yang tercantum dalam Pasal 2(4).

Breaking News: Tembakang Maut di Toddopuli Tewaskan Remaja 18 Tahun, Diduga Oknum Perwira Polsek Panakkukan

Tindakan agresi ini, termasuk pembunuhan Pemimpin Iran, menunjukkan bahwa AS menghalalkan segala cara untuk membantu Rezim Zionis melanjutkan kejahatannya.

Normalisasi pembunuhan, kampanye destabilisasi, dan sanksi ekonomi yang dilakukan oleh AS terhadap pemerintahan yang tidak mau tunduk kepadanya dan pemerintahan yang mendukung perjuangan Palestina, telah semakin mengikis arsitektur tatanan global yang rapuh.

FPN mengakui bahwa Republik Islam Iran secara konsisten memposisikan diri menentang pendudukan, kebijakan apartheid, dan ekspansi kolonial pemukim di Palestina.

Dukungan terhadap hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri bukanlah tindakan ekstremisme; itu adalah posisi yang berlandaskan hukum internasional, prinsip-prinsip dekolonisasi, dan hak asasi manusia fundamental.

Pastikan Stabilitas Harga, Polres Maros Pantau Stok dan Sembako di Pasar

Sebagai jaringan masyarakat sipil yang berkomitmen pada keadilan dan pembebasan Palestina, kami menegaskan kembali prinsip-prinsip berikut:

1. Penghormatan terhadap kedaulatan nasional tidak dapat dinegosiasikan.

2. Nyawa warga sipil tidak boleh dijadikan alat dalam konflik geopolitik.

3. Hukum internasional harus diterapkan secara konsisten dan tanpa standar ganda.

4. Perjuangan rakyat Palestina melawan pendudukan tetap menjadi inti dari tatanan regional yang adil.

Atas dasar itu, FPN mengutuk keras serangan AS dan Israel terhadap Iran dan pembunuhan kepada Pemimpin Iran Ayatullah Khamenei; dan menuntut agar dunia internasioal memberikan sanksi tegas kepada kedua entitas pelaku kejahatan kemanusiaan itu.

FPN juga menyeru dunia internasional bersatu bersama menghentikan kejahatan Israel di Palestina, Lebanon, Suriah, Yaman, maupun Iran.

Free Palestine Network (FPN) tetap teguh dalam komitmennya terhadap perjuangan Palestina dan prinsip yang lebih luas bahwa perlawanan terhadap pendudukan dan pembelaan kedaulatan adalah hak yang diakui dalam kerangka hukum internasional.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup