Geger!! Dua ASN Takalar Diperiksa Intensif Soal Korupsi Bibit Nanas, Calon Tersangka?
MAKASSAR, MATANUSANTARA — Suasana penanganan dugaan korupsi pengadaan bibit nanas lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memanas. Penyidik Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan menggencarkan pemeriksaan terhadap dua Aparatur Sipil Negara (ASN) asal Kabupaten Takalar, HI dan RR, dalam sesi interogasi intensif yang disebut berlangsung maraton.
Pemeriksaan pada 24 Februari 2026 itu disebut sebagai bagian dari penguatan konstruksi perkara sebelum penetapan tersangka. Penyidik tidak hanya menggali peran teknis, tetapi membedah rantai komando, alur persetujuan anggaran, hingga siapa pengendali utama proyek.
Bedah Total Proyek Rp60 Miliar
Proyek pengadaan bibit nanas yang disorot memiliki nilai besar dan bersumber dari anggaran sektor pertanian. Dalam pemeriksaan, penyidik mendalami:
- Skema perencanaan dan pengesahan anggaran
- Mekanisme pemilihan penyedia
- Dugaan pengaturan teknis lelang
- Potensi penggelembungan harga
- Ketidaksesuaian kualitas bibit dengan kontrak
- Pertanggungjawaban administrasi dan aliran dana
Sumber internal menyebut, titik tekan pemeriksaan kini pada siapa yang paling bertanggung jawab dalam proses tersebut.
“Fokusnya pada konstruksi perencanaan dan pertanggungjawaban anggaran. Termasuk siapa yang paling bertanggung jawab dalam proses tersebut,” ujar sumber tersebut.
Frasa “paling bertanggung jawab” menandakan penyidikan tidak lagi berhenti di permukaan.
Bukti Digital Disita, Tekanan Meningkat
Sebelumnya, tim jaksa telah menggeledah kantor dan rumah HI serta RR. Dari operasi itu, penyidik menyita:
- Laptop
- Telepon genggam
- Dokumen proyek
Penyitaan perangkat elektronik dipandang krusial karena dugaan manipulasi disebut tidak hanya terjadi dalam dokumen fisik, tetapi juga melalui sistem dan komunikasi internal.
Audit Kerugian Negara Jadi Kunci
Hingga kini, nilai pasti kerugian negara belum diumumkan. Audit dan penghitungan oleh tim ahli masih berlangsung. Namun jika hasilnya mengonfirmasi indikasi awal, status hukum para pihak berpotensi berubah dalam waktu dekat.
Pola pemeriksaan beruntun dan penyitaan bukti digital memunculkan spekulasi bahwa penyidik tengah merampungkan konstruksi penetapan tersangka.
Desakan Bongkar Aktor Intelektual
Wakil Ketua Umum Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK), Ramzah Thabraman, meminta agar pengusutan tidak berhenti pada pelaksana lapangan.
“Penegak hukum jangan hanya menyasar pelaksana di lapangan. Jika ada indikasi perintah atau persetujuan dari pejabat yang lebih tinggi, itu juga harus diusut. Transparansi penting agar publik tahu ke mana anggaran pertanian ini mengalir,” tegas Ramzah.
Pernyataan tersebut mempertegas bahwa sorotan publik kini mengarah pada kemungkinan keterlibatan pengambil kebijakan.
Menuju Babak Penentuan
Dengan pemeriksaan intensif, penguatan alat bukti, dan audit yang hampir rampung, perkara ini memasuki fase genting. Setiap keterangan HI dan RR berpotensi membuka simpul baru dalam proyek yang diduga sarat manipulasi.
Apakah keduanya akan menyandang status tersangka? Kejati Sulsel belum memberikan pernyataan resmi. Namun arah penyidikan menunjukkan bahwa penetapan tersangka tinggal menunggu kelengkapan unsur hukum.
Publik kini menanti langkah berikutnya dari Kejati Sulsel dalam membongkar dugaan korupsi bibit nanas yang mengguncang sektor pertanian daerah. (RAM)
Sumber: Ujungjari.com

Tinggalkan Balasan