Geger!! Video Pesta Sabu Diduga Napi Lapas Kelas IIA di Jatim Viral, Penyebar Sebut Inisial Sipir & Bandar
MAKASSAR, MATANUSANTARA –Sebuah video berdurasi 19 detik yang diklaim milik Aliansi Madura Indonesia (AMI) menampilkan beberapa pria diduga tengah berpesta narkoba jenis sabu beredar di sejumlah grup WhatsApp wartawan, Rabu (25/03/2026). Pria-pria itu diduga merupakan narapidana atau warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIA di Jawa Timur (Jatim)
Saat dikonfirmasi kepada penyebar video tersebut, yang bersangkutan memberi izin kepada awak media untuk mengutip.
“Monggo, (Silahkan)” tulis penyebar singkat melalui grup WhatsApp, saat tim redaksi matanusantara.co.id meminta ijin, Rabu (25/03).
Dalam keterangan video, disebutkan dugaan peredaran narkotika jenis sabu dan keterlibatan oknum pegawai sipir di Lapas Kelas IIA di Jatim.
“LUAR BIASA PAK MENTERI IMIPAS RI, DIDUGA DIDALAM LAPAS KELAS IIA YANG ADA DI JAWA TIMUR ADA PEREDARAN DAN PENYALAGUNAAN NARKOBA JENIS SABU-SABU DAN DIDUGA ADA KETERLIBATAN OKNUM PETUGAS DAN DIDUGA ADANYA OKNUM PETUGAS YANG MENJUAL PIPET ALAT UNTUK MENGKONSUMSI NARKOBA JENIS SABA-SABU,” tulis penyebar, dikutip matanusantara.co.id.
Selain video, penyebar juga mengungkap inisial napi yang diduga bandar dan pengedar di lapas, serta oknum petugas yang diduga terlibat.
“Berikut Diduga Inisial Bandar Didalam Lapas Kelas IIA Tersebut, NY (Blok A5), YG (Blok B6), IM (Blok B7), sementara (Blok B6) Diduga Bagian Yang Nagih-Nagih Uang Narkoba,” tulisnya.
Lanjut penyebar”Berikut Inisial Oknum Petugas Yang Diduga Terlibat, Sebagai Berikut, ST (Pungli), LM (Pungli), RY (Pungli), WD (Penjual Pipet),” tutupnya
Penelusuran tim redaksi menunjukkan AMI sebelumnya menyoroti dugaan peredaran narkotika dari dalam Lapas Kelas IIA Bojonegoro melalui publikasi media daring metrosurya.com pada 16 Februari 2026. Aktivitas mencurigakan di sejumlah blok hunian dan aliran dana rutin kepada oknum petugas berinisial S dan L disebut sebagai bagian dari dugaan praktik ilegal.
Ketua Umum AMI, Baihaki Akbar, memberikan ultimatum 3 hari kepada Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Jawa Timur untuk melakukan inspeksi mendadak dan membuka hasil pemeriksaan secara transparan.
“Jika tidak ada langkah konkret, maka ini patut diduga sebagai pembiaran sistemik. Jangan sampai Lapas Kelas IIA Bojonegoro berubah menjadi pusat kendali narkoba dari balik jeruji,” tegas Baihaki, kutip media ini.
Ia menekankan, bila hasil investigasi membuktikan kelalaian struktural atau keterlibatan oknum, pencopotan pimpinan lapas menjadi konsekuensi logis.
“Negara tidak boleh kalah oleh jaringan narkotika. Jika ada yang bermain, jangan dilindungi. Copot dan proses hukum,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, tim redaksi masih menelusuri lokasi video. Sementara itu, Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Jatim belum memberikan klarifikasi resmi. Matanusantara.co.id membuka ruang hak jawab bagi pihak terkait.

Tinggalkan Balasan