Kekhusyukan Ramadan Terganggu, Perang Petasan dan Balon Air Hebohkan Pemalang
PEMALANG, MATANUSANTARA — Ketenangan warga di bulan suci Ramadan mendadak pecah, Senin (23/2), akibat perang petasan dan lempar balon air yang dilakukan sekelompok remaja belasan tahun di sekitar Alun-Alun Kota Pemalang. Suasana hening selepas sahur berubah menjadi ricuh, memicu keresahan warga yang tengah beristirahat atau menunaikan ibadah subuh.
Sutarjo (55), warga yang melintas di lokasi, mengungkapkan kemarahannya, “Lempar-lemparan petasan sangat berbahaya. Apalagi kena orang lewat. Di bulan puasa ini, setelah sahur, banyak yang tidur lagi. Tindakan ini sangat mengganggu ketenangan kami.” Suara warga yang sewot mencerminkan ketegangan yang dirasakan masyarakat akibat perilaku remaja yang mengabaikan keselamatan dan ketertiban umum.
Menindaklanjuti laporan masyarakat, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) segera turun ke lokasi. Petugas menemukan ratusan petasan dan balon berisi air yang belum sempat dilempar. Penertiban dilakukan secara cepat dan tegas untuk menghentikan kekacauan yang berpotensi membahayakan pengunjung dan warga sekitar.
Kepala Bidang Ketentraman dan Penertiban Umum Masyarakat (Trantibumas), Agus Sarwono, menegaskan, “Petugas segera melakukan penghalauan dan penertiban untuk menjaga ketertiban umum. Kegiatan ini sangat berisiko, baik bagi keselamatan pelaku maupun warga yang berada di sekitar alun-alun.”
Selain menertibkan, petugas memberikan pembinaan langsung di lokasi kepada para pelaku. Agus menambahkan, “Kami memberikan imbauan agar tidak mengulangi perbuatan yang mengganggu ketertiban masyarakat. Tindakan ini sekaligus penegakan Peraturan Daerah dan upaya preventif agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.”
Warga sekitar menilai langkah Satpol PP cepat dan tegas. Kekhusyukan Ramadan yang sempat terganggu pun kembali pulih, dan masyarakat berharap aparat keamanan terus proaktif menjaga ketertiban, sehingga setiap ibadah dan aktivitas warga tetap aman dan nyaman.(RAGIL)

Tinggalkan Balasan