Lautan Manusia Ramaikan Tradisi Ngabuburit Talang Kendaldoyong Pemalang
PEMALANG, MATANUSANTARA – Tradisi ngabuburit menjelang berbuka puasa di Dusun Talang, Desa Kendaldoyong, Kecamatan Petarukan, Pemalang, kembali memukau warga dan pengunjung. Senin (23/2), jalan yang membelah persawahan itu berubah menjadi lautan manusia, menciptakan suasana meriah yang menjadi magnet bagi kalangan muda-mudi maupun keluarga.
Spot ngabuburit Talang Kendaldoyong dikenal sebagai jalur favorit, menghubungkan beberapa desa dan kelurahan di Kecamatan Petarukan. Aktivitas warga mulai dari jalan santai, berolahraga ringan, bersosialisasi, hingga menikmati pemandangan sawah sambil menunggu adzan Maghrib. Suasana ini mencerminkan harmoni dan kebersamaan masyarakat dalam menyambut waktu berbuka.
Novi (25), warga Desa Klareyan, mengaku antusias mengikuti tradisi ini. “Daripada jauh-jauh cari tempat ngabuburit, di sini enak dan dekat dengan rumah,” ujarnya. Ramainya pengunjung mencapai ratusan bahkan ribuan orang setiap sore, menjadikan tempat ini pusat interaksi sosial sekaligus hiburan gratis selama Ramadan.
Para pedagang pun memanfaatkan momentum, memburu rezeki dari keramaian. Wandi (45), pedagang mainan, sengaja datang dari jauh untuk berjualan. “Saya sudah jualan dua tahun di Ngabuburit Talang Kendaldoyong. Alhamdulillah lumayan laku,” ujarnya sambil tersenyum.
Tradisi ngabuburit Talang Kendaldoyong mulai populer setelah viral di media sosial, terutama Instagram, yang menyoroti keramaian dan atmosfer unik kawasan ini. Selain jalan sore, Desa Kendaldoyong juga dikenal dengan pasar pagi Ramadan yang meriah, menambah ragam kegiatan sosial dan ekonomi warga setempat.
Ngabuburit Talang Kendaldoyong bukan sekadar kegiatan menunggu berbuka, tetapi menjadi ajang silaturahmi, hiburan, dan penguat komunitas.
Tradisi ini menunjukkan bagaimana budaya lokal dan kreativitas masyarakat menyatu, menciptakan pengalaman Ramadan yang hidup, meriah, dan hangat bagi seluruh warga. (RAGIL

Tinggalkan Balasan