MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Manajer SPBU Dipalak Lewat Berita, Kapolres Luwu Murka: “Lapor! Jangan Diam”

Orang nomor satu di Polres Luwu itu tak pakai basa-basi. Ia mengutuk keras ulah oknum mantan wartawan yang diduga memeras dengan jurus lama di mana berita jadi alat tekan, duit jadi target.

LUWU, MATANUSANTARA — Jagat maya Luwu mendadak panas. Seorang manajer SPBU di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, mengaku jadi korban dugaan pemerasan. Modusnya bukan todong senjata, tapi ancamannya lewat berita. Kisah ini pun viral dan bikin Kapolres Luwu AKBP Adnan Pandibu naik pitam.

Orang nomor satu di Polres Luwu itu tak pakai basa-basi. Ia mengutuk keras ulah oknum mantan wartawan yang diduga memeras dengan jurus lama di mana berita jadi alat tekan, duit jadi target.

“Kalau memang ada pemerasan dan ada pihak yang merasa dirugikan, lebih baik silakan dilaporkan,” tegas Adnan, Jumat (2/1/2026).

Menurut Adnan, tak ada tempat bagi praktik-praktik kotor yang mencederai profesi jurnalistik sekaligus melanggar hukum. Polisi, kata dia, siap bekerja asalkan korban berani melangkah ke kantor polisi dan membuat laporan resmi.

“Lakukan pelaporan untuk dilakukan proses penyelidikan,” tandas mantan Kapolres Selayar itu.

Namun sampai berita ini diturunkan, sang manajer SPBU belum juga terlihat di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT). Polisi pun masih menunggu bola. Satu hal pasti, kalau laporan masuk, proses hukum bakal jalan.

Sebelumnya diberitakan, Dugaan praktik pemerasan yang melibatkan seorang mantan wartawan mencuat di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Alling, Manajer SPBU Bonepute, mengaku menjadi korban tekanan dan permintaan uang yang diduga dilakukan oleh NYD alias Adhy, eks jurnalis yang disebut telah dicabut kartu persnya.

Kasus ini bermula dari peristiwa pengisian bahan bakar pada 13 Desember 2025 yang direkam dan kemudian diberitakan di sejumlah media daring. Alling menilai pemberitaan tersebut tidak sesuai fakta dan berkembang menjadi alat tekanan yang berujung pada permintaan uang. (Ramdhan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup