MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Menegangkan!! Darah Daging Gerebek Ibu, Videonya Viral Soal Ucapan Kasar: SDL & AJG

Tangkapan layar video virsl suasana indekost yang menegangkan dan momen perekaman video yang viral di media sosial

MAKASSAR, MATANUSANTARA — Sebuah video penggerebekan yang memperlihatkan seorang perempuan mudah kabarnya darah daging atau anak kandung dari sang ibu memergoki orang tuanya disebuah indekost yang mendadak mengguncang jagat mayat. Jumat dini hari (27/02/2026).

Berdasarkab pantauan awak media, bukan hanya karena momen penggerebekan yang emosional dan dramatis, tetapi juga karena sejumlah ucapan bernada kasar yang dilontarkan kepada ibunya terekam jelas hingga memicu gelombang reaksi publik.

Dalam rekaman berdurasi singkat itu, terlihat seorang perempuan yang disebut berusia sekitar 40 tahun berada di dalam kamar bersama seorang pria. Pintu kamar yang semula tertutup akhirnya terbuka setelah didatangi sang anak. Situasi di dalam ruangan berlangsung tegang, disertai adu mulut dengan percakapan menggunakan bahasa SDL dan AJG.

Adapun potongan dialog yang dinilai mengandung kata-kata tidak pantas dalam relasi keluarga menjadi sorotan utama warganet. Banyak yang menyayangkan eskalasi konflik yang bukan hanya bersifat domestik, tetapi kemudian berubah menjadi konsumsi publik tanpa batas.

Informasi yang beredar menyebut, sang anak mengklaim dugaan perselingkuhan tersebut bukan kali pertama terjadi. Bahkan, dalam narasi yang berkembang, ayah dari perekam video disebut mengalami tekanan emosional mendalam akibat peristiwa itu. Namun demikian, hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak keluarga maupun aparat terkait untuk memastikan validitas kronologi tersebut.

Video tersebut pertama kali ramai setelah diunggah oleh akun Instagram @gosiptetanggaid, lalu menyebar cepat lintas platform. Dalam hitungan jam, rekaman itu menjadi bahan perbincangan, disertai spekulasi, asumsi, bahkan penghakiman massal.

Secara etik dan hukum, penyebaran rekaman yang terjadi di ruang privat tanpa persetujuan pihak yang direkam berpotensi menimbulkan konsekuensi. Aspek perlindungan privasi, potensi pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), serta ketentuan terkait distribusi konten bermuatan sensitif dapat menjadi relevan apabila terdapat unsur pelanggaran.

Fenomena ini sekaligus menegaskan pola klasik era digital: konflik domestik yang seharusnya diselesaikan dalam lingkup keluarga berubah menjadi tontonan nasional. Viralitas kerap mengaburkan substansi persoalan dan menggantinya dengan sensasi.

Hingga berita ini diturunkan, lokasi pasti, waktu kejadian, serta identitas lengkap para pihak belum terverifikasi secara independen. Tidak ada pula pernyataan resmi yang dapat dijadikan rujukan hukum atas peristiwa tersebut.

Publik diimbau untuk tidak menyebarluaskan ulang konten mentah yang berpotensi melanggar privasi dan memperkeruh keadaan. Di tengah derasnya arus informasi, kehati-hatian menjadi tanggung jawab bersama.

Peristiwa ini bukan sekadar kisah penggerebekan. Ia adalah refleksi tentang batas tipis antara ranah privat dan ruang publik di era digital di mana satu rekaman dapat mengubah tragedi keluarga menjadi komoditas viral dalam sekejap. (RAM)

Sumber: Video viral di Instagram.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup