MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Ramadan Jadi Titik Balik, WBP Lapas Narkotika Sungguminasa Didorong Berbenah Diri

Warga Binaan Pemasyarakatan mengikuti kegiatan Pesantren Kilat Ramadan di Lapas Narkotika Sungguminasa, Gowa, Rabu (25/2/2026), sebagai bagian dari program pembinaan spiritual dan pembentukan karakter selama masa pidana.

GOWA, MATANUSANTARA — Momentum Ramadan 1447 Hijriah dimanfaatkan sebagai ruang refleksi dan pembinaan karakter di Lapas Narkotika Sungguminasa. Selama tiga hari, 25–27 Februari 2026, warga binaan mengikuti Pesantren Kilat bertema “Ramadan adalah Momentum untuk Berlomba dalam Kebaikan demi Meraih Ampunan Allah Ta’ala.”

Berdasarkan informasi yang dirangkum, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial keagamaan. Pesantren kilat menjadi instrumen pembinaan kepribadian yang diarahkan pada penguatan spiritual, pembentukan integritas moral, serta internalisasi nilai-nilai keislaman sebagai fondasi perubahan perilaku.

Hari pertama diisi tausiyah Ustadz Rusli Burhan dengan materi “Hal yang Dihindari Agar Puasa Tidak Sia-Sia.” Ia mengingatkan bahwa esensi puasa terletak pada pengendalian diri secara utuh menjaga niat, lisan, dan tindakan agar ibadah tidak tereduksi hanya menjadi rutinitas fisik tanpa transformasi batin.

Kepala Lapas (Kalapas) Narkotika Sungguminasa, Gunawan, hadir langsung membuka kegiatan dan memberikan arahan kepada seluruh peserta.

“Manfaatkan momentum ini untuk berlomba dalam kebaikan. Gunakan waktu selama menjalani pembinaan untuk memperdalam ilmu agama. Ketika kembali ke masyarakat, minimal saudara-saudara dapat membimbing keluarga dan menjadi imam dalam rumah tangga,” ujar Gunawan.

Pesan tersebut menegaskan orientasi pembinaan yang tidak hanya berfokus pada kepatuhan selama menjalani pidana, tetapi juga kesiapan reintegrasi sosial berbasis nilai keagamaan.

Rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan khusyuk. Partisipasi aktif warga binaan mencerminkan tingginya antusiasme dalam mengikuti setiap sesi pembinaan.

Melalui pesantren kilat Ramadan ini, Lapas Narkotika Sungguminasa mempertegas komitmennya menghadirkan pembinaan spiritual berkelanjutan sebagai bagian integral dari sistem pemasyarakatan bukan sekadar menjalani hukuman, tetapi mempersiapkan pribadi yang lebih matang saat kembali ke masyarakat. (RAM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup