MATANUSANTARA.CO.ID

Faktual, Tajam, Terpercaya

Rekrutmen Polri 2026 Resmi Dibuka, Tegaskan Seleksi Bersih Tanpa Celah KKN

Materi resmi Penerimaan Terpadu Anggota Polri Tahun Anggaran 2026 yang menegaskan komitmen seleksi bersih, transparan, dan tanpa pungutan biaya.

MAKASSAR, MATANUSANTARA — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali membuka Penerimaan Terpadu Anggota Polri Tahun Anggaran 2026. Sosialisasi resmi mulai digencarkan, dengan penekanan kuat pada komitmen seleksi yang bersih, transparan, dan tanpa pungutan biaya.

Rekrutmen yang dijadwalkan mulai Maret 2026 itu membuka tiga jalur strategis: Akademi Kepolisian (Akpol) untuk calon perwira, Bintara untuk brigadir, serta Tamtama sebagai garda teknis operasional. Seluruh tahapan dilakukan secara terintegrasi dan diawasi secara internal maupun eksternal guna meminimalisir potensi penyimpangan.

Dalam materi resmi yang beredar, Polri menegaskan prinsip “No KKN, No Calo” serta “Masuk Polisi Gratis”. Pesan tersebut bukan sekadar slogan, tetapi menjadi peringatan terbuka bagi masyarakat agar tidak tergiur iming-iming kelulusan instan.

Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi https://penerimaan.polri.go.id. Mekanisme ini dirancang untuk memangkas interaksi non-prosedural yang berpotensi membuka ruang praktik percaloan.

Di wilayah Sulawesi Selatan, Biro SDM Polda Sulsel mulai mengintensifkan penyebaran informasi hingga ke tingkat kabupaten/kota. Langkah ini bertujuan memastikan seluruh calon peserta memperoleh akses informasi yang valid dan seragam.

Polri juga menyediakan hotline resmi 0812-9999-5000 sebagai kanal konfirmasi. Calon peserta didorong aktif memverifikasi setiap informasi agar tidak terjebak narasi menyesatkan yang kerap muncul menjelang rekrutmen.

Secara normatif, proses seleksi anggota Polri mengacu pada prinsip merit system, yakni berbasis kompetensi, integritas, serta kelayakan fisik dan mental. Tahapan meliputi seleksi administrasi, pemeriksaan kesehatan, tes akademik, psikologi, hingga uji kesamaptaan jasmani.

Rekrutmen 2026 ini menjadi indikator konsistensi institusi dalam memperbaiki tata kelola SDM. Transparansi bukan hanya soal teknis seleksi, tetapi juga tentang membangun kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

Bagi generasi muda yang ingin mengabdi, momentum ini menjadi peluang terbuka. Namun pesan tegasnya jelas: tidak ada jalur belakang, tidak ada biaya, dan tidak ada kompromi terhadap integritas. (RAM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup