Safari Tarawih Tamalate Konsolidasi Keamanan dan Program Jagai Anakta
MAKASSAR, MATANUSANTARA — Konsolidasi keamanan berbasis wilayah diperkuat melalui Safari Ramadan 1447 H/2026 M yang digelar unsur Tripika Kecamatan Tamalate. Kegiatan salat Isya dan Tarawih keliling dipusatkan di Masjid Darul Ikram, Jalan Bontomanai Lorong 1, Asrama Satpol PP, Kelurahan Baeng-Baeng, Kecamatan Tamalate, Senin (23/02/2026).
Agenda ini dihadiri Camat Tamalate Muh. Aril Syahbani K., S.IP, Kapolsek Tamalate H. Muh. Thamrin, Danramil Tamalate Mayor Inf. Ramli Parri, Sekcam Tamalate Saddam Musma S.STP., M.Si., serta para lurah se-Kecamatan Tamalate. Kehadiran unsur pemerintahan, TNI, dan Polri mencerminkan pendekatan kolaboratif dalam menjaga stabilitas sosial selama Ramadan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan salat Isya dan Tarawih berjamaah. Momentum ini tidak sekadar ritual keagamaan, melainkan juga forum komunikasi publik antara pemerintah kecamatan dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Camat Tamalate meminta dukungan jamaah, stakeholder, dan tokoh masyarakat untuk memberikan masukan konstruktif terkait dinamika wilayah, mengingat dirinya baru menjabat.
“Mari kita bersama-sama pihak kepolisian dan Koramil agar menjalankan program Bapak Walikota Makassar yakni mari jagai anakta. Karena untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif kita awali dari dalam keluarga melalui pendidikan keluarga, kami mengharapkan kepada orang tua agar senantiasa mengontrol dan menjaga anak-anak kita dari pergaulan yang salah agar terhindar dari hal-hal yang negatif,” ujar Camat Tamalate.
Sementara Kapolsek Tamalate, Kompol H. Muh. Thamrin, menekankan urgensi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) berbasis partisipasi warga. Ia menyoroti fakta bahwa sejumlah gangguan kamtibmas belakangan ini didominasi pelaku anak di bawah umur.
“Memberikan dan edukasi tentang pentingnya menjaga dan memelihara situasi kamtibmas di lingkungan tempat tinggal agar kondusif, dan kepedulian kepada anak-anak kita yang utama guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif, di mana kejadian gangguan Kamtibmas yang terjadi kebanyakan pelaku anak di bawa umur,” kata Kompol H. Muh. Thamrin.
Ia juga menyampaikan pesan Kapolrestabes Makassar Arya Perdana agar jamaah meningkatkan iman dan takwa, memperbanyak ibadah serta sedekah, serta menghindari aktivitas berisiko seperti petasan, sahur on the road, konvoi kendaraan, dan balap liar.
Penekanan turut diberikan pada pelestarian nilai budaya 3S (Sipakatau, Sipakalebi, Sipakainge) sebagai instrumen sosial mencegah konflik horizontal dan memperkuat harmoni lingkungan.
Safari Ramadan ini diposisikan sebagai instrumen preventif berbasis religius-kultural, dengan fokus pada penguatan keluarga sebagai garda terdepan pencegahan kenakalan remaja dan gangguan kamtibmas.
Sinergi Tripika Tamalate menunjukkan bahwa stabilitas wilayah tidak hanya dibangun melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui pendekatan edukatif dan partisipatif. (RAM)

Tinggalkan Balasan